Pencairan Dana KONI Semarang Masih Alot

261

SEMARANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang berusaha keras menyelesaikan persoalan dana hibah. Induk organisasi olahraga di Ibu Kota Jateng itu akan mengintensifkan komunikasi dengan pemerintah. Diharapkan, pada Maret ini dana tersebut bisa cair dan segera diberikan kepada cabang olahraga guna melakukan pembinaan.

”Sebenarnya kami akan melakukan audiensi dengan Wali Kota pada Rabu (2/3) lalu. Tapi karena ada acara mendadak, Pak Wali berhalangan. Yang pasti, KONI akan selalu berkomunikasi dengan pemerintah agar persoalan ini bisa terselesaikan bulan ini. Semua cabang olahraga membutuhkan bantuan ini,” tutur Sekretaris Umum KONI Kota Yuswo Supadmo, Kamis (3/3).

Dalam hal ini, kata Yuswo, kebijakan ada di tangan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Dia yakin, orang nomor satu di Ibu Kota Jateng itu bisa memberi petunjuk dan kebijakan yang terbaik bagi KONI Kota Semarang. Sebab, cabang olahraga harus segera melakukan persiapan awal menghadapi Porprov 2018 Kota Tegal mendatang. ”Tahun ini merupakan masa yang krusial persiapan untuk Porprov. Cabang olahraga sudah harus melakukan persiapan dini. Salah satunya adalah melakukan penjaringan atlet potensial. Cara untuk mendapatkan atlet potensial antara lain dengan mengggelar kejuaraan. Nah, itu semua membutuhkan dana yang tak sedikit,” tandas Sekretaris Umum PBVSI Kota Semarang itu.

Bagian terpenting lain adalah intensif untuk atlet. Jika hingga April nanti belum terselesaikan, dia khawatir Kota Semarang akan kehilangan atlet potensial yang pindah ke daerah lain. Sebab, atlet bisa memperkuat kota/kabupaten lain minimal dua tahun berdomisili di daerah yang dituju. ”Kami akan berusaha keras mempertahankan atlet. Namun sekali lagi, itu semua butuh ikatan seperti intensif,” kata dia. Diharapkan, Wali Kota Semarang segera memberikan kebijakan terkait masalah dana hibah ini. (bas/smu)