Kena Razia Pekat, Pemandu Lagu Protes

2155
PROTES RAZIA : Petugas Sat Shabara Polres Pekalongan, saat melakukan raziA di tempat hiburan atau karaoke, di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PROTES RAZIA : Petugas Sat Shabara Polres Pekalongan, saat melakukan raziA di tempat hiburan atau karaoke, di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PROTES RAZIA : Petugas Sat Shabara Polres Pekalongan, saat melakukan raziA di tempat hiburan atau karaoke, di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PROTES RAZIA : Petugas Sat Shabara Polres Pekalongan, saat melakukan raziA di tempat hiburan atau karaoke, di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Setelah Sat Sabhara Polres Pekalongan menertibkan lokalisasi Kebun Suwung, Kamis (3/3), operasi penyakit masyarakat (pekat) kembali dilakukan di Kecamatan Bojong, Wiradesa, Siwalan dan Wonokerto.

Dengan menurunkan 1 peleton atau 30 personel Sat Sabhara Polres Pekalongan, razia operasi pekat dimulai dengan menyusuri tempat hiburan, jalan pantura di Kecamatan Bojong, Siwalan,Wiradesa dan Wonokerto. Dari 8 kafe yang dirazia, berhasil ditertibkan 12 pemandu lagu (PL) yang tengah mabuk. Petugas juga menahan satu waria yang sempat melawan, sedangkan beberapa waria lainnya sempat lari ke tengah sawah.

Nita, 21, PL di Cafe Melody, di Jalur Pantura Desa/Kecamata Siwalan, sempat melakukan protes ketika beberapa polisi melakukan razia di kafe tersebut. Pasalnya dalam seminggu sudah dua kali dilakukan razia yang sama.