Hendi Beri Toleransi hingga Akhir Maret

Selesaikan Pembangunan Lapak

411
BANGUN LAPAK: Progres pembangunan lapak pedagang Pasar Johar di kawasan MAJT mencapai 50 persen. Akhir Maret ini harus ada progres signifikan, sebelum pemkot bertindak tegas. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANGUN LAPAK: Progres pembangunan lapak pedagang Pasar Johar di kawasan MAJT mencapai 50 persen. Akhir Maret ini harus ada progres signifikan, sebelum pemkot bertindak tegas. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANGUN LAPAK: Progres pembangunan lapak pedagang Pasar Johar di kawasan MAJT mencapai 50 persen. Akhir Maret ini harus ada progres signifikan, sebelum pemkot bertindak tegas. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANGUN LAPAK: Progres pembangunan lapak pedagang Pasar Johar di kawasan MAJT mencapai 50 persen. Akhir Maret ini harus ada progres signifikan, sebelum pemkot bertindak tegas. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemkot Semarang mengklaim bahwa proses relokasi pedagang Pasar Johar ke tempat penampungan sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tinggal menunggu hari. Pasalnya, proses pembangunan lapak yang dilakukan pedagang saat ini telah mencapai 50 persen.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, bangunan pasar sementara yang dibangun menggunakan dana tanggap bencana Pemkot Semarang itu saat ini telah selesai. Akan tetapi, para pedagang meminta waktu untuk melakukan penyempurnaan. ”Saat ini masih belum sempurna karena baru lapak sederhana,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Disinggung kapan dilakukan perpindahan, Hendi –sapaan Hendrar Prihadi- menargetkan dilakukan pada minggu kedua Maret. Hal itu agar aktivitas pedagang kembali berjalan normal. ”Sing penting ora kudanan (yang penting tidak kehujanan). Soal saluran dan lainnya itu tugas pemerintah,” imbuhnya.