Harga Tipe Rumah Kecil Melejit

796
MAKIN MAHAL: Sejak akhir Agustus lalu harga rumah dengan FLPP di Jawa Tengah naik sebesar Rp 8 juta. Susahnya mencari lahan untuk membangun rumah dengan FLPP ini menjadi salah satu penyebab naiknya harga rumah bersubsidi tersebut. (IST)
MAKIN MAHAL: Sejak akhir Agustus lalu harga rumah dengan FLPP di Jawa Tengah naik sebesar Rp 8 juta. Susahnya mencari lahan untuk membangun rumah dengan FLPP ini menjadi salah satu penyebab naiknya harga rumah bersubsidi tersebut. (IST)

SEMARANG – Tingginya permintaan masyarakat terhadap rumah hunian di Kota Semarang membuat properti terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Para pengembang perumahan terus melebarkan sayap dengan menyediakan berbagai macam tipe. Hal itu membuat harga properti di Jawa Tengah terus mengalami peningkatan. Tipe rumah kecil melejit menempati rangking pertama.

“Peningkatan IHPR (Indeks Harga Properti Residensial) terjadi di seluruh tipe rumah, dengan kenaikan indeks terbesar terjadi pada rumah tipe kecil 27,23 persen YoY (Year on Year), diikuti rumah tipe menengah dan besar masing-masing meningkat 3,89 persen YoY dan 2,63 persen YoY,” kata Direktur Deputi Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Ananda Pulungan.

Dijelaskannya, berdasarkan data Triwulan IV tahun 2015 lalu, terpantau mengalami peningkatan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR). Tercatat sebesar 190,90 atau naik 10,90 persen YoY, hal itu, kata dia, sejalan dengan IHPR nasional yang meningkat sebesar 4,55 persen YoY.

“Peningkatan indeks ini juga sejalan dengan beberapa indikator ekonomi seperti pergerakan IHK (Indeks Harga Konsumen), subkelompok biaya tempat tinggal yang juga meningkat di triwulan IV tahun 2015 sebesar 1,20 persen,” terangnya.

Menurut Ananda, peningkatan pendapatan masyarakat Jawa Tengah pada tahun 2015 yang tercermin PDRB perkapita Jawa Tengah meningkat sebesar sebesar 8,70 persen, serta PDRB triwulan IV tahun 2015 Provinsi Jawa Tengah untuk lapangan usaha konstruksi yang meningkat sebesar 7,35 persen.

Sedangkan jumlah unit rumah yang dibangun pada triwulan IV tahun 2015 secara umum tercatat mengalami peningkatan sebesar 3,28 persen, dibanding triwulan III tahun 2015. Peningkatan jumlah unit rumah dibangun tersebut sejalan dengan konsumsi semen Jawa Tengah yang juga meningkat di triwulan IV tahun 2015 tumbuh 17,50 persen. “Peningkatan pasokan unit rumah terjadi dari pembangunan rumah tipe kecil dan besar dengan kenaikan masing-masing sebesar 16,82 persen dan 2,86 persen,” terangnya.