Semen Indonesia Beli Lahan Sumur Pitu

588

KENDAL—PT Semen Indonesia ternyata mendapatkan lahan pengganti untuk Perhutani di Desa Surokonto dengan cara membeli dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perkebunan Karet PT Sumur Pitu. Yakni lahan pengganti atas lahan milik Perhutani di Rembang yang dibangun pabrik.

“Lahan pengganti di Surokonto Wetan melalui proses Tukar Menukar Kawasan Hutan (TNMKH) yakni kami membelinya dari PT Sumur Pitu,” ujar Kepala Departemen CSR PT Semen Indonesia, Wahyudi Harno di sela pertemuannya dengan Forum Komunikasi Pemimpin Daerah (Forkompinda) Kendal, kemarin.

Diakuinya, lahan pengganti seluas 125 hektare adalah lahan negara yang dikelola PT Sumur Pitu dengan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU). Itu artinya, PT Sumur Pitu telah menjual lahan yang merupakan aset negara kepada PT Semen Indonesia untuk pengganti lahan milik Perhutani.

“Kami mengambil lahan milik Perhutani di Rembang seluas 57 hektare, kemudian kami ganti lahan yang kami beli dari PT Sumur Pitu di Surokonto Wetan seluas 125 hektare. Jadi kami ganti dua kali lipatnya,” tandasnya.

Meski lahan seluas 125 hektare yang kini masih dikelola warga adalah aset negara dengan sertifikat HGU, menurutnya bisa diperjualbelikan. Tapi Wahyudi enggan membeber besaran harga tanah tersebut dijual dari PT Sumur Pitu. “Saya lupa besarannya, tapi jual beli HGU itu bisa,” tandasnya.

Sementara, Nur Azis salah satu tokoh masyarkat Surokonto Wetan menolak penguasaan lahan dari Sumur Pitu kepada Perhutani. Sebab menurutnya, lahan tersebut adalah lahan negara. Sehingga jual beli lahan tidak sah.