Satpol Gusur PKL Ngeyel

253
LANGGAR PERDA: Petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang bertindak tegas menertibkan pedagang dan jasa yang memanfaatkan trotoar, sebagai sarana dagang. (Agus Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
LANGGAR PERDA: Petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang bertindak tegas menertibkan pedagang dan jasa yang memanfaatkan trotoar, sebagai sarana dagang. (Agus Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
LANGGAR PERDA: Petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang bertindak tegas menertibkan pedagang dan jasa yang memanfaatkan trotoar, sebagai sarana dagang. (Agus Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

KALIBANTENG – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati kawasan larangan ditertibkan paksa petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang, kemarin (2/3). Seperti di kawasan Bandara A Yani, di Jalan Sudirman, Jalan Siliwangi, Pamularsih, serta depan Kelenteng Sam Poo Kong.

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Linmas Kota Semarang Kusnandir menegaskan, sebelum penertiban, pihaknya sudah melayangkan surat teguran kepada para PKL. Namun peringatan tersebut tidak mendapat respons dari pedagang. Hingga akhirnya petugas bertindak tegas.

Puluhan PKL tersebut menyalahi Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 11 Tahun 2000 tentang Peraturan Keberadaan PKL. Sebab, kebanyakan pedagang membuka dasaran di atas saluran air. Bahkan tidak jarang, keberadaan mereka juga mengganggu pengguna jalan. Karena menempati trotoar.

Salah satu warga Pamularsih, Mustofa, mengaku sangat mendukung langkah tindakan tegas yang diambil petugas. Menurutnya, keberadaan PKL tersebut kurang pas tempatnya yakni berada di atas trotoar. Selain itu, para PKL kurang menjaga kebersihan lingkungan sehingga terkesan kumuh. ”Harusnya bisa menjaga kebersihan supaya kota ini tampak asri dan indah,” ujarnya. (mha/zal/ce1)