Proaktif Tindak Galian C Ilegal

251

SEMARANG – Masih maraknya galian C ilegal di Jateng membuat kalangan DPRD gerah. Dewan meminta agar Pemprov Jateng lebih proaktif dalam menertibkan penambangan liar tersebut.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, meminta Pemprov Jateng untuk melakukan penindakan terhadap penambangan ilegal yang masih banyak beroperasi di masyarakat.

”Baru saja ada korban jiwa anak kecil meninggal di daerah tambang Kali Wedi Gondang Sragen. Korban bernama Latif Syah Rizal Firdaus, 10, tewas saat bermain di kubangan bekas galian C, Senin (8/2) lalu. Jangan sampai ada korban lagi,” katanya di sela reses dan menerima aduan dari Kelompok Swansea Masyarakat Tedjo Manunggal, kemarin.

Hadi mencontohkan, di Kali Wedi ada lima titik penambangan, namun kesemuanya tidak ada izin dari pemprov. Ironisnya, itu hanya sebagian kecil, karena dalam kenyataannya ada ribuan tambang ilegal di Jateng. ”Mereka beroperasi namun tidak berizin, bukan hanya alam yang rusak namun juga membawa korban,” ujarnya.

Hadi Santoso menyebut ada 59 perusahaan yang memiliki izin usaha produksi (IUP OP) tersebar di 17 kabupaten. Yang memiliki izin usaha jasa penambangan (IUJP) 4 perusahaan, yang memiliki izin usaha pertambangan khusus (IUPK) 11 perusahaan. ”Dari data tersebut berarti masih ada 18 kabupaten/kota yang tidak ada pertambangan yang legal atau berizin, serta berdasarkan data kasar lebih dari 500 usaha pertambangan di Jateng tidak berizin. Pemerintah diharapkan tidak melakukan pembiaran akan hal ini, karena berdampak besar bagi masyarakat,” tandasnya. ”Pemprov harus tegas, jika memang tidak memiliki izin harus langsung ditutup,” tambah anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Rodhi. (fth/aro/ce1)