Pembobol Wifi Berada di Radius 30 Meter

411
Sholichul Huda (ISTIMEWA)
Sholichul Huda (ISTIMEWA)
Sholichul Huda (ISTIMEWA)
Sholichul Huda (ISTIMEWA)

PELAKU pombobolan wifi di Jalan Tusam Timur Raya, Banyumanik, Semarang, yang menggunakan username bernada radikalisme diduga melakukan aksinya dengan radius 30 meter dari titik area wifi tersebut. Diduga, hacker tersebut menggunakan perangkat laptop dengan memanfaatkan software untuk masuk wifi.

”Besar kemungkinan, pembobol mengaktifkan wifi laptop dengan menggunakan software wifi untuk buka setting, kemudian mengubah nama wifi tersebut. Syaratnya, dia harus dalam area radius wifi yang akan dibobol. Tidak bisa dilakukan dengan jarak jauh,” ungkap pakar Informasi Teknologi (IT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Sholichul Huda kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (2/3).

Dikatakannya, wifi biasanya menggunakan jaringan wireless yang jangkauannya tergantung antena pemancar yang dimiliki. ”Rata-rata memiliki radius 30 meter. Siapa pun yang bisa masuk ke wifi tersebut, maka ia dapat melihat dan mengubah setting-an wifi misalnya menggunakan browser internet. Browser ini yang biasanya digunakan untuk melihat password dan nama dari wifi termasuk kalau mau mengubah nama wifi,” bebernya.