MA Tolak Kasasi Warga

188

BATANG-Majelis Hakim Kasasi Mahkamah Agung (MA) akhirnya menolak gugatan salah seorang warga terdampak pembangunan PLTU Jawa Tengah terhadap Gubernur Jawa Tengah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) terkait penetapan lokasi sisa lahan PLTU Jateng di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Dalam keterangannya di situs MA pada 29 Februari lalu, putusan tersebut telah ditetapkan pada 24 Februari 2016 oleh majelis hakim kasasi yang terdiri atas Is Sudaryono, Irfan Fachruddin dan Yulius.

Putusan kasasi MA yang telah berkekuatan hukum tetap memperkuat putusan majelis hakim di PTUN Semarang dan hakim banding, yang juga menolak gugatan oleh warga terdampak, bernama Karomat.

Gugatan Karomat ini dilayangkan menyusul Surat Keputusan (SK) Gubernur Jateng Nomor 590/35/2015 tertanggal 30 Juli 2015 tentang persetujuan penetapan lokasi sisa lahan pembangunan PLTU Jateng seluas 125.146 meter persegi di Batang.

Dalam sidang putusan di PTUN Semarang pada 5 Oktober 2015 lalu, majelis hakim yang diketuai Ery Elfi Ritonga telah secara tegas menyatakan menolak seluruh gugatan penggugat yang meminta permohonan penangguhan SK Gubernur tersebut.

Terkait putusan kasasi MA tersebut, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) sebagai penanggung jawab pembangunan PLTU Batang menyatakan bahwa perusahaan menghormati keputusan hukum tertinggi. BPI berharap keputusan tersebut memberikan kepastian kepada semua pihak, sehingga proses pembangunan PLTU Jateng berkapasitas 2 x 1000 MW dapat berjalan dengan baik.

1
2
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here