GALI POTENSI: Pimpinan DPRD Kota Semarang bersama Komisi B dan petugas DPKAD Kota Semarang saat sidak di Terminal Peti Kemas kawasan Cipta, kemarin (2/3). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GALI POTENSI: Pimpinan DPRD Kota Semarang bersama Komisi B dan petugas DPKAD Kota Semarang saat sidak di Terminal Peti Kemas kawasan Cipta, kemarin (2/3). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GALI POTENSI: Pimpinan DPRD Kota Semarang bersama Komisi B dan petugas DPKAD Kota Semarang saat sidak di Terminal Peti Kemas kawasan Cipta, kemarin (2/3). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GALI POTENSI: Pimpinan DPRD Kota Semarang bersama Komisi B dan petugas DPKAD Kota Semarang saat sidak di Terminal Peti Kemas kawasan Cipta, kemarin (2/3). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Masih bayak potensi pajak di Kota Atlas yang belum tergarap oleh Pemkot Semarang. Salah satunya pajak parkir khusus. Sebagai upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak, jajaran DPRD Kota Semarang bersama Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), melakukan sidak di kawasan industri yang selama ini dianggap berpotensi menyetorkan pajak parkir khusus.

Kemarin (2/3), sidak yang diikuti sejumlah Pimwan DPRD, seperti Joko Santoso, Wiwin Subiyono, dan Agung Budi Margono, dan Komisi B menyasar Terminal Peti Kemas kawasan Cipta, Tanah Mas.

Dari pantauan lapangan, setiap truk kontainer yang masuk kawasan tersebut ditarik biaya Rp 10 ribu. Namun kalangan dewan tidak mendapat penjelasan dari petugas penjagaan yang melakukan penarikan uang tersebut.

”Kita berharap pemilik lakukan penataan. Penarikan Rp 10 ribu per truk apakah masuk potensi pajak atau tidak. Ini potensi pemkot. Kita akan cek lagi beberapa potensi pajak, seperti terminal peti kemas ini dan lainnya,” terang Wiwin Subiyono di sela sidak.