Atlet Jangan Diberi Fasilitas Peralatan Kelas ‘Kambing’

242
MAKSIMALKAN PRESTASI: Seminar Nasional 'Konservasi Nilai-nilai Keolahragaan Melalui Olympic Movement' yang digelar FIK Unnes di Auditorium Unnes, Semarang, Rabu (2/3). (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAKSIMALKAN PRESTASI: Seminar Nasional 'Konservasi Nilai-nilai Keolahragaan Melalui Olympic Movement' yang digelar FIK Unnes di Auditorium Unnes, Semarang, Rabu (2/3). (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAKSIMALKAN PRESTASI: Seminar Nasional 'Konservasi Nilai-nilai Keolahragaan Melalui Olympic Movement' yang digelar FIK Unnes di Auditorium Unnes, Semarang, Rabu (2/3). (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAKSIMALKAN PRESTASI: Seminar Nasional ‘Konservasi Nilai-nilai Keolahragaan Melalui Olympic Movement’ yang digelar FIK Unnes di Auditorium Unnes, Semarang, Rabu (2/3). (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto menyebut, untuk mencapai prestasi optimal di kancah internasional, atlet Pelatnas jangan diperlakukan secara amatir. Terpenuhinya anggaran untuk pembinaan, kata dia, menjadi hal mutlak guna membentuk atlet nasional yang berdaya saing. Anggaran olahraga yang memadai akan menciptakan atmosfer dan lingkungan kepelatihan yang kondusif.

”Atlet elit jangan dikasih peralatan kelas kambing. Peralatan yang dipakai untuk berlatih ya kualitasnya sama dengan yang digunakan untuk bertanding,” kata Soetjipto saat ditemui usai menjadi nara sumber dalam Seminar Nasional ‘Konservasi Nilai-Nilai Keolahragaan Melalui Olympic Movement’ yang digelar FIK Unnes di Auditorium Unnes, Semarang, Rabu (2/3).

Menurut dia, selama anggaran pelatnas tidak ideal dan tidak mendukung kepelatihan performa tinggi, maka prestasi atlet nasional di even internasional makin tertinggal.”Kita butuh sarana latihan yang memadai, pendekatan sport science, pelatih asing. Kalau kita ‘ngulik’ atlet dengan cara kita sendiri tanpa sentuhan para expert, ya tertinggal jauh. Mencukupi itu semua butuh anggaran besar,” katanya.