MEMBERONTAK: Seorang pengemis anak-anak terjaring razia petugas, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMBERONTAK: Seorang pengemis anak-anak terjaring razia petugas, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMBERONTAK: Seorang pengemis anak-anak terjaring razia petugas, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMBERONTAK: Seorang pengemis anak-anak terjaring razia petugas, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 59 orang terjaring razia petugas gabungan Polrestabes Semarang, Rabu (2/3) kemarin. Razia dengan sandi ”Operasi Kusuma Candi 2016” itu dengan sasaran mereka yang berpotensi melakukan tindak premanisme, seperti pengemis, gelandangan dan orang telantar (PGOT), juru parkir liar, pak ogah, dan debt collector (DC).

Razia dilakukan dengan menyusuri Jalan Pemuda, Jalan MT Haryono hingga Polder Tawang. Selain aparat Polrestabes Semarang, razia juga melibatkan petugas Dishubkominfo, Satpol PP dan Dinas Sosial.

Dalam razia itu, ada salah seorang ibu yang tertangkap bersama dua anak kecilnya di Jalan MT Haryono mencoba berontak. Mereka menolak saat dinaikkan ke atas truk patroli Satpol PP. ”Jangan dibawa pak, ini anak saya. Saya takut diangkut, nanti saya malah dimarahi suami saya,” rengek ibu tersebut sambil terus menangis.