30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Tindak Tegas Trafficking Modern

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG – DPRD mendesak agar Pemprov Jawa Tengah menertibkan praktik trafficking model baru yang ada di provinsi ini. Yakni dengan banyaknya orang tua yang dengan sengaja menyuruh anaknya agar menjadi pengemis dan anak jalanan demi mendapatkan uang. Sebab, apa pun alasannya menyuruh anak kecil bekerja merupakan bentuk eksploitasi anak.

Selain itu hal tersebut juga merupakan program dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang mencanangkan Indonesia bebas anak jalanan pada 2017. Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Farida Rahmah mengatakan, banyaknya anak-anak kecil yang meminta merupakan model baru dalam dunia trafficking. Ia mengaku prihatin, karena fenomena tersebut terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Bahkan di Kota Semarang, hampir di semua traffic light ada anak-anak kecil yang meminta-minta. ”Apa pun bentuknya ini trafficking, pemprov harus mengambil sikap tegas, apalagi mereka masih usia anak-anak yang mestinya harus belajar,” katanya.

Dalam kondisi ini, ia mengaku prihatin dengan mental orang tua yang tega menjual anaknya di jalanan. Pemprov diminta membenahi mental tersebut, sesuai dengan nawa cita Jokowi dan instruksi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang mencanangkan Indonesia bebas anak jalanan pada 2017. ”Pemprov memang sudah menertibkan anak-anak jalanan, tapi buktinya sampai sekarang masih ada. Di traffic light tol Krapyak misalnya setiap hari ada anak kecil yang membawa balita untuk meminta-minta,” ujarnya.

Untuk menertibkan anak-anak jalanan dibutuhkan terobosan dan dilakukan secara kontinu. Sebab, nyatanya sejumlah anak jalanan yang diamankan Satpol PP setelah dilepaskan mereka kembali lagi ke jalan. Untuk itu, pemerintah harus melakukan pendampingan dan memberikan skill. ”Mereka rata-rata ke jalan karena faktor ekonomi. Jadi harus diselesaikan akar masalahnya, agar mereka tidak kembali ke jalan,” tambahnya.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Prof Ahmad Rofiq mengatakan, banyaknya anak-anak jalanan ini karena sudah ada yang mengoordinasi. Untuk mengatasinya, Pemprov Jawa Tengah maupun Pemkot Semarang harus mengambil sikap tegas. Toh buktinya sebenarnya pemkot sudah mengetahui siapa-siapa yang terlibat dalam praktik anak jalanan tersebut. ”Ini masalah sosial yang harus diselesaikan dan dicarikan solusi. Jangan diabaikan, karena mereka kehilangan hak untuk bermain dan belajar,” katanya. (fth/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Dendam, 9 Preman Ngamuk di Apple


BARUSARI — Tiga pelaku pengeroyokan di Karaoke Apple Manyaran, berhasil dibekuk Unit Resmob Polrestabes Semarang tidak lama usai melakukan pengeroyokan kepada korban. Adalah Nor...

Kreativitas Difabel Undang Kekaguman

SEMARANG – Hasil kreatibitas tenaga kerja khusus atau difabel mampu mengundang kekaguman. Hal ini terlihat saat Pameran Inovasi dan Kreativitas Tenaga Kerja Khusus yang...

Robusta Lobang Diburu Para Pecinta Kopi

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kopi Robusta Desa Lobang, kini diburu para pecinta dan pebisnis kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Seiring dengan peningkatkan kualitas kopi...

Suhantoro Akui Terima Transfer Rp 152,4 Juta

MANYARAN - Mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kas Daerah (Kasda) Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Suhantoro, mengaku bersalah...

More Articles Like This

- Advertisement -