Targetkan 14 Desa Jadi Kampung KB, Prioritas Desa Tertinggal

Pemkab Demak Galakkan Program Keluarga Berencana (KB) Tahun 2016

578
PENCANANGAN : Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR (tengah) didampingi Kepala Bapermas KB Lestari Handayani bersama muspida dan muspika memukul kentongan menandai pencanangan kampung KB di RW 1, Desa Brakas, Kecamatan Dempet, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCANANGAN : Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR (tengah) didampingi Kepala Bapermas KB Lestari Handayani bersama muspida dan muspika memukul kentongan menandai pencanangan kampung KB di RW 1, Desa Brakas, Kecamatan Dempet, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCANANGAN : Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR (tengah) didampingi Kepala Bapermas KB Lestari Handayani bersama muspida dan muspika memukul kentongan menandai pencanangan kampung KB di RW 1, Desa Brakas, Kecamatan Dempet, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCANANGAN : Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR (tengah) didampingi Kepala Bapermas KB Lestari Handayani bersama muspida dan muspika memukul kentongan menandai pencanangan kampung KB di RW 1, Desa Brakas, Kecamatan Dempet, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pemkab Demak hingga kini terus berupaya menggalakkan program Keluarga Berencana (KB) pada 2016 ini. Di antaranya dengan cara mencanangkan kampung KB yang dipusatkan di wilayah RW 1 Desa Brakas, Kecamatan Dempet, kemarin. Adanya kampung KB tersebut diharapkan dapat memberikan contoh bagi desa lainnya untuk melakukan hal serupa.

WAHIB PRIBADI, Demak

PENDIRIAN kampung KB di Desa Brakas tersebut untuk menindaklanjuti program kampung KB secara nasional yang sebelumnya telah dicanangkan Presiden Jokowi di Cirebon dan untuk tingkat Provinsi Jateng sebelumnya dicanangkan Gubernur di Cilacap beberapa waktu lalu.

Untuk tingkat Kabupaten Demak, pencanangan Kampung KB dilakukan langsung Sekda Pemkab Demak, dr Singgih Setyono MMR. Kegiatan tersebut kemarin ditandai dengan pemukulan 10 kentongan yang terbuat dari kayu bambu, oleh muspida dan muspika yang hadir.