Jateng Bidik Sukses Ganda di PON Remaja II

768
BERSIAP: Petenis muda Jateng, Iswandaru ketika tampil di ajang PON Remaja I 2014 lalu. Kini Jateng mulai bersiap menghadapi PON Remaja II 2017. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSIAP: Petenis muda Jateng, Iswandaru ketika tampil di ajang PON Remaja I 2014 lalu. Kini Jateng mulai bersiap menghadapi PON Remaja II 2017. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ketua Umum KONI Jateng Hartono kembali menegaskan tekadnya agar pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja II di Jateng, Juli tahun 2017, Jateng berhasil memetik sukses ganda. Sukses itu meliputi sukses penyelenggaraan sebagai tuan rumah dan sukses prestasi.

”Kita harus belajar dari pengalaman PON Remaja I di Jatim. Dari 15 cabang yang dipertandingkan dengan 133 nomor, kita menempati urutan keempat dengan raihan tujuh medali emas, sembilan perak dan 14 perunggu. Saat menjadi tuan rumah, saya mengajak ke semua elemen untuk mengejar target sukses penyelenggaraan dan prestasi,” kata Hartono saat memberi arahan dalam Rapat Koordinasi PON Remaja II di Kantor KONI Jateng, Semarang, Selasa (1/3).

Rapat yang dipimpin Kabid Binpres KONI Taufiq Hidayah, dihadiri antara lain Wakil Ketua Umum I Sukahar, Wakil Ketua Umum II Sudarsono, Wakil Ketua Umum IV Daniel Toto Indiono dan perwakilan dari 32 pengprov.

Dalam rakor tersebut diputuskan Jateng akan mengusulkan 30 cabang olahraga dipertandingkan pada PON Remaja. Jateng mempertahankan 15 cabang di PON Remaja I, yaitu anggar, atletik, bola basket, bola voli pantai, bulutangkis, judo, loncat indah, menembak, renang, pencak silat, panahan, senam, sepakbola, tenis lapangan dan tenis meja.

Sedangkan 15 cabang baru yang diusulkan yaitu bola voli indoor, balap sepeda, golf, taekwondo, tinju, wushu, karate, tarung derajat, sepatu roda, sepak takraw, panjat tebing, catur, bridge, woodball dan kempo.

Sebenarnya Jateng mengusulkan dua cabang lagi yaitu dayung dan angkat besi. Namun, kedua cabang tersebut urung diusulkan karena berbagai faktor, diantaranya tingkat daya saing atlet yang rendah.

Taufiq Hidayah menjelaskan, bahwa penyelenggaraan PON Remaja dipusatkan di Kota Semarang dan ditopang empat kabupaten penyangga yaitu Kabupaten Semarang, Kendal, Kudus dan Kota Salatiga.

Dipilihnya bulan Juli, kata dia, karena pada bulan tersebut musim libur sekolah. Dia memperkirakan ada 6.000 orang yang meramaikan ajang tersebut, terdiri atas atlet, pelatih, ofisial, panpel dan dewan juri.

Wakil Ketua Umum KONI, baik Sukahar, Sudarsono dan Daniel Toto kepada cabang mengingatkan untuk menyiapkan hal-hal strategis, seperti pilihan venues, nomor pertandingan, SDM panpel, aspek sportivitas, anggaran, termasuk di dalamnya persiapan penjaringan atlet, usia atlet hingga menggelar pelatda dan try out/try in.

Kabid Binpres PABBSI Jateng Hadi menjelaskan, bahwa secara umum PABBSI siap jika cabang angkat besi dilombakan di PON Remaja. Hanya saja, dia tak bisa menjamin lifternya bisa berprestasi maksimal pada even tersebut. ”Di usia 14-15 tahun, kami sulit bersaing. Atlet potensial kami di kisaran 16-17 dan 18 tahun ke atas,” katanya. (bas)