Dewan Setuju Lokalisasi SK Ditutup

Wali Kota Butuh Waktu 1-2 Tahun

1269
AKAN DITUTUP: Salah satu gang di kawasan Lokalisasi Sunan Kuning. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKAN DITUTUP: Salah satu gang di kawasan Lokalisasi Sunan Kuning. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKAN DITUTUP: Salah satu gang di kawasan Lokalisasi Sunan Kuning. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKAN DITUTUP: Salah satu gang di kawasan Lokalisasi Sunan Kuning. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG — Pasca penutupan lokalisasi Kalijodo di Jakarta, berimbas ke daerah, termasuk Kota Semarang. Pemkot Semarang pun berencana menutup lokalisasi Sunan Kuning (SK) yang berada di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat. Bahkan, rencana penutupan lokalisasi terbesar di Jateng itu mendapat tanggapan positif dari kalangan DPRD Kota Semarang. Para wakil rakyat sangat mendukung jika wacana tersebut benar-benar direalisasikan.

”Kami di Komisi D sangat mendukung pernyataan Wali Kota Semarang yang akan menutup lokasisasi SK. Artinya, ada kejelasan dari pemkot yang nantinya menjadi sebuah kebijakan,” ungkap anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Imam Mardjuki, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (1/3).

Imam menjelaskan, ada beberapa model dalam penanganan lokalisasi. Antara lain, model represif dan cepat seperti penanganan Lokalisasi Kalijodo Jakarta. Selain itu, juga ada model gradual yang membutuhkan waktu persiapan seperti di Balikpapan. ”Di sana butuh waktu 3-4 tahun sebelum benar-benar ditutup,” katanya.