SEMARANG – Sebanyak 2.245 personel kepolisian dari seluruh jajaran Polres dan Polsek se-Jawa Tengah dilibatkan dalam pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2016. Dalam pelaksanaannya akan mengedepankan tindakan persuasif dan sosialisasi agar tertib berlalu lintas.

”Sifatnya diperingatkan saja, biar mereka tahu sehingga besoknya tidak dilakukan lagi dan tertib lalu lintas,” terang Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Benyamin saat apel Operasi Simpatik Candi 2016 di Mapolrestabes Semarang, Selasa (1/3) kemarin.

Operasi Simpatik Candi di Jawa Tengah sendiri mulai dilaksanakan pada 1-21 Maret 2016. Operasi tersebut lebih difokuskan untuk menghidupkan kembali kawasan tertib lalu lintas. ”Seperti rambu-rambu jalan yang sering dihiraukan, parkir yang tak sesuai tempatnya, dan lain sebagainya. Penindakannya hanya 10 persen, itu pun apabila pengguna jalan tersebut sangat membahayakan dirinya atau pengguna jalan lain,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolda Jateng, Brigjen Awang Anwarudin menegaskan kepada anggotanya untuk selalu waspada selama pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2016. Bahkan, anggota yang bertugas di lapangan diharapkan tidak lengah dan selalu aktif mengecek segala sesuatu yang mencurigakan. ”Anggota yang ada di lapangan harap waspada dan meningkatkan nalurinya sebagai anggota kepolisian,” tandasnya.

Menurutnya, di Jawa Tengah banyak titik-titik yang menjadi basis terorisme. Terbukti dari adanya penangkapan teroris beberapa waktu lalu di wilayah hukumnya. ”Memang di beberapa kota di Jawa Tengah menjadi basis teroris. Jangan sampai lengah, karena adanya ancaman aparat kepolisian menjadi sasaran aksi teroris,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)