SALATIGA –Bermodus bertamu di rumah dengan mengaku sedang sakit serta minta belas kasihan untuk dicarikan obat, MS, 27, berhasil menggondol sejumlah barang berharga di rumah korbannya. Namun, aksi MS terbongkar setelah polisi yang melakukan penelusuran berhasil mengetahui identitas pelaku.

Pelaku yang beralamat di Sukodono, Banyubiru, Kabupaten Semarang diamankan aparat Polsek Sidomukti. Polisi juga mengamankan barang buktinya sepeda motor Mio warna merah dengan nomor polisi H 3776 NI serta ponsel tablet.

Kejadian ini berawal dari laporan Olivia Cristina Lodo, 32, warga Margosari, Desa Ngadirejo, Ampel, Boyolali yang telah kehilangan laptop merk Asus dan tablet di tempat kosnya Jalan Bimo, Desa Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Salatiga. Sebelum hilang, teman kos lainnya yaitu Nur Dewi Hartati, 19, telah didatangi seorang perempuan dengan membawa anak kecil mengaku temannya Olivia. Ia mengaku sedang tidak enak badan. Pelaku meminta bantuan untuk dicarikan obat di warung.

Namun itu hanya modus. Setelah dicarikan obat, ternyata pelaku sudah tidak ada. Dan setelah dilihat ternyata laptop beserta ponsel tablet sudah raib. Kepada petugas, para korban menyebutkan ciri-ciri pelakunya yaitu kulit kuning, perawakan kurus, dengan gigi hitam berlubang di tengahnya, rambut ikal dan panjang.

Tim Resmob Polsek Sidomukti yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Imam Joko Lelono langsung menyelidiki berdasarkan informasi ciri-ciri pelaku yang dijelaskan korban. Dengan melihat memori kejadian seperti di Polsek Tingkir, Getasan Kabupaten Semarang, akhirnya diperoleh foto tersangka yang sesuai dengan keterangan saksi.

Kapolsek Sidomukti Kompol Christian Aer melalui Kanit Reskrim AKP Imam Joko lelono, membenarkan penangkapan tersangka pencurian ini. Pelaku kini diamankan di tahanan Polres Salatiga sambil mengembangkan kasus-kasus sebelumnya. Mengingat tersangka adalah pelaku lama yang beroperasi di Salatiga dan Semarang.

“Kami mengimbau kepada warga Salatiga dan sekitarnya agar selalu waspada terhadap orang yang belum kita kenal, dan jangan mudah terlalu percaya apa yang mereka lakukan, jangan-jangan hanyalah modus sebuah kejahatan,” paparnya. Tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara. (sas/ton)