Jajakan Diri, Puluhan PSK Diamankan Polisi

1810
TERJARING RAZIA : Puluhan PSK dan PL di Lokalisasi Kebun Suwung, Desa Sidomukti, Karanganyar, didata Sat Reskrim Polres Pekalongan, sebelum dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan untuk disidang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERJARING RAZIA : Puluhan PSK dan PL di Lokalisasi Kebun Suwung, Desa Sidomukti, Karanganyar, didata Sat Reskrim Polres Pekalongan, sebelum dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan untuk disidang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERJARING RAZIA : Puluhan PSK dan PL di Lokalisasi Kebun Suwung, Desa Sidomukti, Karanganyar, didata Sat Reskrim Polres Pekalongan, sebelum dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan untuk disidang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERJARING RAZIA : Puluhan PSK dan PL di Lokalisasi Kebun Suwung, Desa Sidomukti, Karanganyar, didata Sat Reskrim Polres Pekalongan, sebelum dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan untuk disidang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sat Reskrim Polres Pekalongan berhasil menjaring lebih dari 30-an Pekerja Seks Komersial (PSK) dan Pemandu Lagu (PL) di Lokalisasi Kebun Suwung di Desa Sidomukti, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Senin (29/2) kemarin. Meski lokalisasi tersebut telah resmi ditutup Bupati Pekalongan, Amat Antono, pada Oktober 2015 lalu.

Diduga, kembalinya para PSK dan PL ke Lokalisasi Kebun Suwung, karena pihak Satpol PP Kabupaten Pekalongan lama tidak melakukan razia. Sehingga para PSK dan PL tersebut, menganggap bahwa mereka boleh diizinkan kembali bekerja di lokalisasi Kebun Suwung. Demikian juga para pemilik warung remang-remang dan rumah bordir, kembali membuka usahanya meski jumlahnya tidak banyak.

Mahmudah, 24, warga Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, mengungkapkan bahwa konsumen di Lokalisasi Kebun Suwung lebih banyak, jika dibandingkan tempat serupa pada Desa Sumurjoblangbogo, Kecamatan Bojong, atau pantura. Makanya, meski dirinya terjaring razia operasi penyakit masyarakat yang digelar oleh Polres Pekalongan, akan kembali bekerja. Alasannya, tidak ada pekerjaan lain yang dapat dikerjakan, selain jadi PL dan PSK. “Saya sudah tiga kali kena razia. Nanti kalau lepas ya kembali kerja ke sini,” ungkap Mahmudah santai.