HAMBAT JALAN : Banjir menggenangi jalur pantura di Jalan Arteri Soekarno-Hatta Kendal, Sabtu malam (27/2) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HAMBAT JALAN : Banjir menggenangi jalur pantura di Jalan Arteri Soekarno-Hatta Kendal, Sabtu malam (27/2) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HAMBAT JALAN : Banjir menggenangi jalur pantura di Jalan Arteri Soekarno-Hatta Kendal, Sabtu malam (27/2) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HAMBAT JALAN : Banjir menggenangi jalur pantura di Jalan Arteri Soekarno-Hatta Kendal, Sabtu malam (27/2) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Permasalahan banjir sepertinya masih menjadi momok bagi masyarakat Kendal. Di Kecamatan Kota Kendal, sedikitnya ada sembilan kelurahan yang menjadi langganan banjir setiap musim penghujan. Adalah Kelurahan Trompo, Kebondalem, Kalibuntu, Langenharjo, Pegulon, Ngilir, Patukangan, Balok, dan Bandengan. Banjir biasanya diakibatkan meluapnya Sungai Kalibuntu.

“Tahun ini meski tidak separah tahun lalu, tapi banjir mulai menggenangi permukiman warga. Tinggi air sekitar 30-40 sentimeter, biasanya bertahan beberapa saat, setelah itu hilang,” ujar Miftah, 50, warga Ngilir.

Diakuinya, daerah Ngilir posisinya sangat rendah dari permukaan sungai. Apalagi posisi sekarang sepanjang jalan laut menuju TPI Bandengan jalannya ditinggikan, sehingga warga khawatir banjir tahun ini akan lebih parah dari tahun kemarin.