“Sekarang ini dirawat khusus. Kondisi jantungnya belum sempurna. Rencananya Senin nanti mau di-scan, kalau hari ini (Sabtu (27/2) libur. Ini juga menunggu lambungnya bersih. Mudahan-mudahan kondisinya cepat membaik supaya bisa segera dioperasi,” katanya.

Pihaknya menambahkan, telah mengurus jaminan kesehatan buah hatinya di tempat asalnya yakni Sragen agar kebutuhan biaya perawatan lebih ringan. Selain itu, pihaknya beserta keluarga juga terus berjuang mencari dana biaya untuk kebutuhan operasi pemisahan anak kelahiran pertamanya.

“Ini saya juga masih bingung mencari uang untuk biaya operasi nanti. Saat ini baru keluarga dan saudara-saudara saya yang membantu. Kalau donatur sampai sekarang belum ada. Saya selalu berharap ada dermanan yang mau membantu,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi, Darwito mengungkapkan bahwa penelitian terhadap bayi masih terus dilakukan untuk memastikan organ dalam yang menyatu. Menurutnya, tahap persiapan ini juga membutuhkan kerjasama tim dari berbagai disiplin ilmu termasuk pemantauan dan peningkatan status gizi bayi.

“Jadwal operasi masih belum pasti. Kondisi awal bayi mengalami pelekatan toraks (dada) dan abdomen (perut). Sementara baru itu saja. Sebab operasi pemisahan harus memenuhi persyaratan seperti kenaikan berat badan bayi, namun masih banyak indikator lain yang sampai hari ini (kemarin, red) masih dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Secara umum, pasien bisa operasi menjalani pemisahan minimal kondisi kesehatan termasuk gizi dan kesiapan dari tim dokter yang menangani siap. Pihaknya juga berharap kesehatan bayi terus meningkat agar operasi pemisahan berjalan lancar. “Harapannya, operasi pemisahan berjalan lancar, bayi bisa tumbuh normal,” pungkasnya.

Sementara itu, sepasang bayi perempuan tersebut lahir di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung pada Sabtu (20/2) lalu itu lahir dempet di bagian perut. Rabu (24/2) malam, bayi kembar siam yang belum diberi nama itu dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang guna menjalani operasi pemisahan tubuh. Di RS pelat merah itu, si kembar ditempatkan di inkubator ruang perawatan bayi risiko tinggi. (mha/ida)