PEKALONGAN-Pegawai di lingkungan Pemkot Pekalongan dicurigai memanipulasi absensi lewat fingerprint. Hal tersebut ditemukan, Badan Kegawaian Daerah (BKD) Kota Pekalongan.

Kepala BKD Kota Pekalongan, Gunindyo menuturkan bahwa sistem yang diterapkan saat ini memang masih memungkin pemegang data absensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tiap SKPD bisa mengubah atau manipulasinya. “Dengan manipulasi tersebut, PNS-PNS yang terlambat menjadi tidak terlambat dalam absensinya,” sesalnya.

Pihaknya menyakini adanya manipulasi data dalam catatan absen fingerprint di lingkungan Pemkot Pekalongan, karena pegawai memiliki password untuk masuk dalam data absensi. Apalagi saat ini, data masih dipegang oleh masing-masing SKPD. Atas masalah tersebut, BKD tidak akan tinggal diam. Untuk mengatasi kecurangan tersebut, BKD akan membuat sistem absensi online. Yang mana, semua absensi pegawai di setiap SKPD, akan masuk ke data BKD langsung.

“Dengan absensi sistem online tersebut, semua data nantinya lewat satu pintu yaitu BKD. Jadi setiap SKPD tidak bisa mengubah data seenaknya sendiri,“ tegas Gunindyo.

Untuk membuat sistem online tersebut, BKD akan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi dalam pembuatannya. Karena Diskominfo yang memegang data base dan mengetahui sistem jaringan semua SKPD sampai kelurahan.

Terkait penertiban absensi tersebut, BKD berpedoman sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal). Yang mana setiap PNS yang terlambat akan mendapatkan sanksi berupa pemotongan tambahan penghasilan. Adapun besaran potongannya adalah 2 persen untuk satu jam keterlambatan dan hal itu berlaku kumulatif. (han/ida)