DEMO : Ratusan buruh PT Ragatex melakukan aksi unjuk rasa menuntut perbaikan sistem buruh di Dinsosnakertrans Kajen, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEMO : Ratusan buruh PT Ragatex melakukan aksi unjuk rasa menuntut perbaikan sistem buruh di Dinsosnakertrans Kajen, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEMO : Ratusan buruh PT Ragatex melakukan aksi unjuk rasa menuntut perbaikan sistem buruh di Dinsosnakertrans Kajen, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEMO : Ratusan buruh PT Ragatex melakukan aksi unjuk rasa menuntut perbaikan sistem buruh di Dinsosnakertrans Kajen, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Lantaran upah buruh diturunkan sedangkan beban pekerjaan ditambah, sebanyak 200-an buruh pabrik PT Ragatex di Jalan Raya Simbang, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, menggeruduk Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrnas) Kabupaten Pekalongan di Kajen, Jumat (26/2) kemarin.

Mereka menuntut agar PT Ragatex mengubah sistem pengupahan serta membayar denda keterlambatan upah yang diterima buruh. Mereka juga menuntut agar buruh disertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Sengketa buruh PT Ragatex dengan pihak manajemen bermula pada Januari 2016 lalu. Dimana manajemen PT Ragatex mengeluarkan kebijakan bahwa para buruh tidak lagi dibayar dengan upah borongan. Namun dibayar dengan upah harian, berdasarkan target yang ditetapkan pihak manajemen.