Tanah 1 Hektare Diserobot, Wadul Gubernur Jateng

437
CARI KEADILAN: Suami istri, Kasdi dan Jamilah sambil menggendong cucunya mendatangi Rumah Dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CARI KEADILAN: Suami istri, Kasdi dan Jamilah sambil menggendong cucunya mendatangi Rumah Dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CARI KEADILAN: Suami istri, Kasdi dan Jamilah sambil menggendong cucunya mendatangi Rumah Dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CARI KEADILAN: Suami istri, Kasdi dan Jamilah sambil menggendong cucunya mendatangi Rumah Dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GAJAH MUNGKUR – Tidak puas dengan keputusan pengadilan, Jamilah, 58, warga Sayung Demak bersama suaminya, Kasdi, 60, serta cucunya, mencari keadilan dengan menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Ketiga orang tersebut membawa tulisan yang dikalungkan di tubuh Jamilah yang tunanetra sambil menggendong cucunya. Keluarga ini datang menemui Ganjar di Rumah Dinas Puri Gedeh dengan berjalan kaki dari Sayung ke Semarang.

”Kami dapat informasi Pak Ganjar tidak ada di kantor, tetapi sekarang berada di rumah dinas di Puri Gedeh, makanya kami ke sini,” ungkap Kasdi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kasdi mengaku, kedatangannya menemui orang pertama di Jateng itu untuk mencari keadilan. Dikatakan, tanah miliknya seluas 1 hektare telah beralih nama, padahal sebelumnya tidak ada proses jual beli. Sebagai bukti kepemilikan atas tanah tersebut, dirinya mengaku memiliki surat leter C. ”Surat leter C itu ada di rumah, Pak. Saat ini tidak saya bawa karena takut rusak kena hujan,” ungkap Kasdi kepada Ganjar.