PERIKSA RUANGAN : Anggota Polres Pekalongan Kota melakukan razia di semua tempat di Lapas Kelas 2A Pekalongan, Kamis malam (25/2) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PERIKSA RUANGAN : Anggota Polres Pekalongan Kota melakukan razia di semua tempat di Lapas Kelas 2A Pekalongan, Kamis malam (25/2) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PERIKSA RUANGAN : Anggota Polres Pekalongan Kota melakukan razia di semua tempat di Lapas Kelas 2A Pekalongan, Kamis malam (25/2) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PERIKSA RUANGAN : Anggota Polres Pekalongan Kota melakukan razia di semua tempat di Lapas Kelas 2A Pekalongan, Kamis malam (25/2) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Razia rutin gabungan dilakukan di Lapas Kelas II A Pekalongan, Jalan WR Supratman Panjang Wetan Pekalongan Utara Kota Pekalongan. Hasilnya ditemukan barang yang tidak lazim. Selain alat komunikasi, petugas menemukan alat bantu seks manual milik warga Lapas.

Razia tersebut melibatkan 100 personel dari Polres Pekalongan Kota dan 50 personel Polsuspas, Kamis malam (25/2) kemarin. Dimulai pukul 21.00 sampai selesai tengah malam.

Kepala Lapas Kelas 2A Pekalongan, Suprapto menjelaskan bahwa razia rutin tersebut menindaklanjuti perintah langsung dari Presiden RI Joko Widodo terkait penyalahgunaan narkoba. “Ini razia rutin yang kami gelar. Terutama meminimalisasi peredaran narkoba di Lapas. Yang saat ini menjadi sorotan publik,” ucapnya, Jumat (26/2) kemarin.

Menurutnya, razia rutin cukup efektif mencegah peredaran barang terlarang di lingkungan Lapas. Hal tersebut dibuktikan, dengan semakin sedikitnya barang temuan saat razia kali ini. “Kegiatan kami ternyata cukup efektif. Terbukti, barang sitaan saat razia terus berkurang. Seperti semalam semakin sedikit dari biasanya,” ucapnya bersyukur.