Pemprov Diminta Tetapkan KLB Demam Berdarah

196

SEMARANG – DPRD mendesak Pemprov Jateng menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jateng. Sebab, saat ini penyakit DBD sudah menjadi penyakit yang meresahkan dengan jumlah korban terus bertambah. Bahkan di sejumlah daerah, korban DBD ada yang sudah meninggal dunia.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv, meminta agar pemprov menetapkan Jateng KLB DBD. Kondisi ini sangat dibutuhkan agar penanganan yang dilakukan bisa maksimal. ”Jumlahnya dari daerah terus meningkat. Ini butuh perhatian serius dari pemprov dan pemerintah kabupaten/kota,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dinas Kesehatan Provinsi Jateng mencatat sejak Januari sampai Februari 2016 ini sudah terjadi 1.833 kasus DBD. Bahkan dari jumlah itu, 43 orang di antaranya meninggal dunia yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jateng. ”Korban DBD ini membutuhkan penanganan cepat. Jika tidak pasti akan membahayakan,” ujarnya.

Komisi E DPRD Jateng mengetahui itu setelah melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. Seperti di Brebes, Kendal, Cilacap, Kota Semarang dan beberapa daerah lainnya. Masyarakat juga harus waspada agar bisa terhindar dari penyakit tersebut.

”Selama ini kan upaya yang dilakukan dengan fogging. Tapi itu dinilai tidak mengatasi masalah, mestinya harus dicarikan solusi lainnya,” katanya.

Dewan juga menyayangkan tidak adanya koordinasi antara rumah sakit dengan Pemprov Jateng. Buktinya, masih banyak pasien DBD yang telantar, terutama yang menggunakan fasilitas BPJS. Mestinya RS jangan sampai menolak, karena memang DBD ini persoalan serius. ”Jangan sampai dengan alasan BPJS, lantas bilang kehabisan ruang kemudian ditelantarkan. Ini menyangkut nyawa seseorang,” tandas anggota Komisi E DPRD Jateng, Karsono.