KALIBANTENG – Mantan Kepala Seksi (Kasi) Penataan dan Pemetaan Dinas Pasar Kota Semarang Agus Widiatmono (AW) ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang. Agus adalah tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Jrakah Semarang yang dibiayai APBD 2013.

Kapala Kejari Kota Semarang, Reza Pahlevi, melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Tri Yulianto, menjelaskan, pensiunan PNS Dinas Pasar Kota Semarang ini dalam proyek tersebut bertugas sebagai pejabat pembuat komitmen (PPKom).

”Penahanan dilakukan setelah dua kali pemanggilan dan pemeriksaan terhadap tersangka AW,” kata Tri Yulianto kepada Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, Jumat (26/2).

Tri menyebutkan, penyidikan perkara tersebut berkaitan dengan adanya dugaan penyimpangan dalam proses penyempurnaan pembangunan Pasar Jrakah. Penyimpangan tersebut diduga berkaitan dengan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

Adapun sejumlah saksi yang telah diperiksa, lanjut Tri, di antaranya dua saksi ahli yang dimintai keterangan berkaitan dengan pekerjaan atas bangunan Pasar Jrakah tersebut.

”Penyidikan perkara ini masih berlanjut. Kami juga sudah meminta keterangan pelaksana proyek pembangunan pasar tersebut,” beber pengganti Kasi Intelijen Dodik Hermawan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula saat proyek bangunan Pasar Jrakah tersebut terjadi dua dugaan penyimpangan, sehingga dinilai menimbulkan kerugian keuangan negara. Pertama, hasil pemeriksaan diketahui terjadi kekurangan volume pekerjaan senilai Rp 78,5 juta atas lingkup pekerjaan, antara lain pengembangan bangunan menjadi tiga lantai dari sebelumnya dua lantai. Kekurangan volume terjadi atas pekerjaan beton bertulang dan pekerjaan arsitektur.

Kedua, denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan sebesar Rp 76,5 juta oleh rekanan. Dalam proyek tersebut sesuai kontrak diketahui dikerjakan PT Indopenta Bumi Permai (IBP), perusahaan yang beralamat di Surabaya.

Diketahui kontrak proyek Pasar Jrakah sebesar Rp 2.734.769.000 tertanggal 17 Juli 2013 dengan jangka waktu 150 hari kalender. Proyek dikerjakan mulai 17 Juli-13 Desember 2013. Pada pelaksanaannya, kontrak mengalami perubahan lewat adendum nomor 1 ditandatangani tertanggal 10 Desember. (jks/aro/ce1)