BERI PEMAHAMAN : Ratusan pedagang Pasar Kaliangkrik mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan oleh Pemkab Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BERI PEMAHAMAN : Ratusan pedagang Pasar Kaliangkrik mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan oleh Pemkab Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Proses pembangunan Pasar Kaliangkrik Kabupaten Magelang menuai kendala. Hal ini setelah layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) menyatakan proses lelang analis dampak lingkungan (amdal) dinyatakan gagal.

Dalam proses lelang Nomor : 027/005.17/ULP.04-16.27/05/2016 tentang penyusunan studi amdal Pasar Kaliangkrik disebutkan, tidak ada pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 502,5 juta.

Gagalnya lelang tersebut, dikarenakan tidak ada peserta lelang yang memenuhi syarat administrasi. “Prosesnya akan diulangi kembali. Kita akan koordinasikan lebih lanjut dengan LPSE,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis, kemarin.

Dalam laporan LPSE, sebelum proses lelang amdal ini, sudah diproses kegiatan konsultasi amdal lalu lintas Pasar Kaliangkrik. Amdal lalin adalah proses untuk mengkaji arus lalu lintas di pasar tersebut.

“Nanti pasar ini akan dilengkapi jalan lingkar yang juga sebagai pembatas dengan permukiman warga,” kata Asfuri.

Selain itu, proses jasa konsultan perencana Pasar Kaliangkrik juga sudah selesai dilakukan. Nilainya Rp 250 juta. Kemudian penyusunan DED Pasar Kaliangkrik dengan nilai kontrak Rp 145 juta.

Sebelumnya diberitakan Pasar Kaliangkrik akan dibangun tahun depan. ”Tahun ini tahapnya sosialisasi. Tahun depan proses pembangunannya akan dimulai,” ujar Asfuri Muhsis.

Pihaknya masih melakukan penghitungan pembangunan pasar tersebut. Rencananya pasar tersebut akan dibangun tiga lantai. Pasar Kaliangkrik terbakar tahun lalu. Luas pasar yang terbakar sepertiga dari keseluruhan luas pasar atau sekitar 2.206 m2. Terkait hal itu, Pemkab Magelang telah menganggarkan dana untuk dua kegiatan.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang Yusuf Sakir mengharapkan segera dilakukan langkah-langkah koordinasi terkait batalnya proses lelang amdal tersebut. Sehingga, proses pembangunannya tidak terkendala.

Selain Pasar Kaliangkrik, proses lelang amdal Pasar Muntilan juga mengalami kegagalan. “Kita pernah panggil LPSE untuk menjelaskan kendala yang menyebabkan proses lelang banyak yang gagal,” papar dia.

Dia berharap jika terdapat persoalan yang tidak terlalu substansial, seharusnya proses lelang bisa dilanjutkan. Karena jika banyak proses yang gagal dia khawatir proses pembangunan yang sudah direncanakan dalam RPJMD maupun RPJMP terhambat. (vie/lis)