Ranggawarsita Gandeng Museum Asing

529
PERLU PROMOSI: Sejumlah pengunjung mengamati koleksi gading Gajah Purba di Museum Ranggawarsita, Semarang. Guna menarik lebih banyak pengunjung, museum tersebut menggandeng sejumlah museum luar negeri. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
PERLU PROMOSI: Sejumlah pengunjung mengamati koleksi gading Gajah Purba di Museum Ranggawarsita, Semarang. Guna menarik lebih banyak pengunjung, museum tersebut menggandeng sejumlah museum luar negeri. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
PERLU PROMOSI: Sejumlah pengunjung mengamati koleksi gading Gajah Purba di Museum Ranggawarsita, Semarang. Guna menarik lebih banyak pengunjung, museum tersebut menggandeng sejumlah museum luar negeri. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
PERLU PROMOSI: Sejumlah pengunjung mengamati koleksi gading Gajah Purba di Museum Ranggawarsita, Semarang. Guna menarik lebih banyak pengunjung, museum tersebut menggandeng sejumlah museum luar negeri. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Museum Ranggawarsita Jawa Tengah menyiapkan tiga event besar untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Salah satunya dengan menggandeng museum dari luar negeri untuk mengadakan International Museum Mart. Selain itu, serangkaian agenda lain juga akan dilaksanakan seperti Pemilihan Duta Museum Jawa Tengah dan Pameran Alat Musik Tradisional Nusantara.

Kepala Museum Ranggawarsita Jawa Tengah, Steven Timisela mengatakan rencana menggandeng museum dari luar negeri adalah satu kegiatan yang dirintis dan baru kali pertama dilakukan. International Museum Mart sendiri akan diikuti 17 museum dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya Museum Sarawak dan Museum Sabah dari Malaysia, Museum Brunei Darussalam, dan Museum Bron Beek-Belanda.

”Ada juga museum dari beberapa daerah, seperti Museum Kalimantan se-Borneo, Museum dari Sulawesi Barat, Museum Tuban, Jawa Timur, Museum Penerangan dan Transportasi TMII–Jakarta, Museum Banten, Museum Batik Pekalongan, Museum Ny Meneer dan Museum PT KAI dari Jawa Tengah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan jika tali kerja sama antarmuseum memang harus ditingkatkan. Tujuannya mendongkrak jumlah kunjungan. Nantinya setiap museum akan memamerkan koleksi yang dimiliki, sehingga pengunjung bisa mengetahui dan menambah wawasan masa lampau dari benda-benda bersejarah yang dipamerkan.

”Aset bangsa tentu harus dilestarikan, apalagi aset adalah sebuah warisan dari budaya terdahulu salah satunya dengan pameran bersama. Jadi pengunjung tidak perlu datang ke museum satu per satu melainkan bisa menikmati dalam satu tempat,” katanya.

Sementara itu pengamat sekaligus budayawan asal Semarang, Sukirono mengatakan jika museum adalah salah satu tempat yang tepat untuk memelihara dan melindungi aset budaya baik benda maupun seni budaya peninggalan nenek moyang. Ia pun mengapresiasi rencana yang dilakukan pihak Museum Ranggawarsita dengan menggelar pameran bersama. ”Sejarah zaman dulu atau budaya leluhur harus ditularkan kepada anak-anak yang sekarang mulai apatis, salah satunya adalah dengan mengunjungi museum,” tambahnya. (den/ric/ce1)