RAMAH LINGKUNGAN: Meski Kabupaten dan Kota Magelang belum ditunjuk, namun salah satu pusat perbelanjaan di Artos Mall sudah menerapkan plastik berbayar. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
RAMAH LINGKUNGAN: Meski Kabupaten dan Kota Magelang belum ditunjuk, namun salah satu pusat perbelanjaan di Artos Mall sudah menerapkan plastik berbayar. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
RAMAH LINGKUNGAN: Meski Kabupaten dan Kota Magelang belum ditunjuk, namun salah satu pusat perbelanjaan di Artos Mall sudah menerapkan plastik berbayar. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
RAMAH LINGKUNGAN: Meski Kabupaten dan Kota Magelang belum ditunjuk, namun salah satu pusat perbelanjaan di Artos Mall sudah menerapkan plastik berbayar. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)

MAGELANG – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Magelang mendukung penerapan plastik berbayar diaplikasikan ke pasar tradisional. Kendati demikian, kampanye diet plastik ini masih menunggu kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

Kasi Ekspor Impor, Informasi Pasar dan Perlindungan Konsumen Diskoperindag Kota Magelang Ismail mendukung sepenuhnya program Kementerian Lingkungan Hidup tentang plastik berbayar. Kendati demikian, pihaknya masih menunggu kebijakan wali kota Magelang dalam mengambil keputusan.

”Ujicoba ini memang berawal dari wacana dan baru diujicoba di 22 kota/kabupaten. Sementara kami belum menerima surat edaran yang berisi peraturan soal plastik berbayar di pasar modern,” katanya Kamis (25/2).