Modal Awal Rp 1 Juta, Pegang Prinsip Jujur dan Ikhlas

Kisah Nanda Djoenaedy, Pendiri Pusat Oleh-Oleh Istana Brilliant Semarang

421
PANTANG MENYERAH: Nanda Djoenaedy bersama istrinya, Cynthia Margareta. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTANG MENYERAH: Nanda Djoenaedy bersama istrinya, Cynthia Margareta. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTANG MENYERAH: Nanda Djoenaedy bersama istrinya, Cynthia Margareta. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTANG MENYERAH: Nanda Djoenaedy bersama istrinya, Cynthia Margareta. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Ketekunan dalam menggeluti dunia bisnis melahirkan kesuksesan. Setidaknya itulah yang dialami Nanda Djoenaedy. Hanya bermodal pinjaman kurang lebih Rp 1 juta, kini ia menjadi distributor bahan kue kelas atas, dan memiliki pusat oleh-oleh khas Semarang. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

SEBUAH bangunan megah dengan konsep istana berdiri di jantung Kota Semarang. Tepatnya di pojokan Jalan Erlangga Raya, kawasan Simpang Lima, Semarang. Itulah pusat oleh-oleh kue khas Semarang, Istana Brilliant. Berbagai varian kue hasil produksi sendiri menjadi daya tarik utama oleh para pemburu oleh-oleh wisatawan domestik hingga mancanegara.

Istana Brilliant memang bukan pemain baru. Tapi sudah lama malang melintang di dunia per-kue-an di Kota Atlas. Pendirinya Nanda Djoenaedy bersama istrinya Cynthia Margareta. Keduanya, merintis usaha tersebut sejak 17 Juli 1979 silam dengan nama awalnya Luciana Jaya (sebelum akhirnya berubah menjadi Istana Brilliant).