Diduga Cabuli ABG Tuna Rungu, Pemuda Dipolisikan

323

UNGARAN–Salah satu warga Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur berinisial TAI, 15, diduga menjadi korban pelecehan seksual teman mainnya, AR, 19, warga Susukan, Ungaran Timur. Gadis tuna rungu tersebut dicabuli di dalam bilik warnet yang berlokasi di kawasan Sewakul, Ungaran Barat.

Berdasarkan keterangan paman korban, Joko Margito, 51, warga Nyatnyono, Ungaran Barat, aksi pencabulan dilakukan pada Minggu (21/2) siang di sebuah warnet di daerah Sewakul. Joko menceritakan dugaan pelecehan seksual tersebut terungkap sehari setelah kejadian. “Saat itu, ayah korban, Be, 47, memergoki sejumlah cupang di leher anaknya,” kata Joko, Kamis (25/2) kemarin.

Ketika didesak siapa pelakunya, TAI mengaku usai dicabuli oleh teman laki-lakinya, AR. Meski begitu, pihak keluarga tidak mengetahui persis sudah berapa lama korban berteman dengan pelaku. “Yang pasti, korban kenal pelaku lewat media sosial line,” katanya.

Keluarga korban selanjutnya bermaksud melakukan klarifikasi kebenaran cerita tersebut. Korban diminta menghubungi pelaku dan janjian bertemu di kawasan Taman Unyil. Selasa (23/2) siang keluarga korban akhirnya bertemu dengan pelaku. “Dia (pelaku) berusaha tidak mengakui perbuataanya. Ditanya identitasnya saja dia tak mau membuka. Akhirnya dibawa ke Mapolres Semarang dengan naik motor, pelaku diapit ayah dan kakak korban,” lanjutnya.

Menyadari akan berhadapan dengan hukum, AR berusaha kabur. Saat perjalanan menuju kantor polisi, yang bersangkutan nekat meloncat dari sepeda motor yang ditumpanginya. “Terjadilah pergulatan di tengah jalan,” tuturnya.

Warga sekitar yang tahu kejadian tersebut membantu meringkus pelaku. Akhirnya AR tak berkutik dan digelandang ke Mapolres Semarang. “Selain menyerahkan pelaku, kami juga menyertakan sejumlah bukti seperti hasil pemeriksaan dokter yang menunjukkan adanya pelecehan seksual,” katanya. Pihak keluarga juga meminta polisi menangani kasus ini secara profesional. Sebab sepertinya ada upaya damai agar kasus ini tidak lanjut.