SEMARANG – Puluhan warga Kebonharjo Kelurahan Tanjung Mas, Semarang, Rabu (24/2) kemarin, mendatangi Balai Kota Semarang. Mereka meminta kejelasan terkait rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang akan mengaktifkan kembali jalur rel kereta api dari Stasiun Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas yang dikhawatirkan akan menggusur tempat tinggal warga.

Rombongan warga didampingi kuasa hukum Budi Sekorianto itu langsung diterima Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di ruang kerjanya. Kurang lebih dua jam, mereka mengutarakan keberatannya terkait proyek pembangunan yang menggunakan dana APBN itu.

”Kami meminta pemkot memfasilitasi warga yang memperjuangkan nasibnya akibat terkena proyek reaktivasi rel kereta api. Terlebih mereka sudah mengelola lahan lebih dari 40 tahun ini, dan sebagian besar bahkan telah memiliki SHM (Sertifikat Hak Milik),” ungkap Budi usai melakukan audiensi.

Ia mengungkapkan, proyek reaktivasi rel lama yang dilakukan PT KAI kini justru berubah menjadi revitalisasi dengan membuat rel baru. Akibatnya, sebagian menerjang rumah warga yang jumlahnya mencapai 140 rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 rumah di antaranya berstatus hak milik warga. ”Proyek ini tanpa ada sosialisasi kepada masyarakat,” akunya.

Selain itu, mereka juga meminta pemkot mengubah peraturan daerah (perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Semarang No 14 Tahun 2011 yang mengubah kawasan permukiman di Kelurahan Tanjung Mas menjadi kawasan transportasi darat dan pengembangan terminal tipe C.

”Kami mohon pemkot dapat merevisi perda tersebut dan mengembalikan kawasan Kebonharjo menjadi kawasan permukiman,” harapnya seraya menegaskan bahwa masyarakat akan selalu terancam penggusuran jika tidak dilakukan revisi.

Salah satu warga Kebonharjo, Sugiman, mengaku, sebenarnya tidak pernah menolak program reaktivasi rel kereta api tersebut. Bahkan ia mengaku mendukung program tersebut karena menjadi program pemerintah untuk memperlancar pembangunan. ”Asalkan kami diajak bicara. Selain itu, ditunjuk juga tim appraisal independen untuk mengetahui berapa nilai yang kami dapatkan,” ujarnya.