Usung Konsep Piezo Electricity, Raih Medali Perunggu

Nevin Sampson Mahendra, Wakili Indonesia di Kompetisi Sains di Korsel

342
CINTA SAINS: Nevin Sampson Mahendra (ketiga dari kiri) mewakili Indonesia dalam The 7 th ASEAN + 3 Student Camp and Teacher Workshop for the Gifted in Science di Changwon, Korea Selatan. (DOKUMENTASI PRIBADI)
CINTA SAINS: Nevin Sampson Mahendra (ketiga dari kiri) mewakili Indonesia dalam The 7 th ASEAN + 3 Student Camp and Teacher Workshop for the Gifted in Science di Changwon, Korea Selatan. (DOKUMENTASI PRIBADI)
CINTA SAINS: Nevin Sampson Mahendra (ketiga dari kiri) mewakili Indonesia dalam The 7 th ASEAN + 3 Student Camp and Teacher Workshop for the Gifted in Science di Changwon, Korea Selatan. (DOKUMENTASI PRIBADI)
CINTA SAINS: Nevin Sampson Mahendra (ketiga dari kiri) mewakili Indonesia dalam The 7 th ASEAN + 3 Student Camp and Teacher Workshop for the Gifted in Science di Changwon, Korea Selatan. (DOKUMENTASI PRIBADI)

Kecintaan Nevin Sampson Mahendra dalam mempelajari sains atau ilmu alam mengantarkannya mengikuti The 7 th ASEAN + 3 Student Camp and Teacher Workshop For The Gifted in Science di Changwon, Korea Selatan. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA, Semarang

SEKILAS Nevin Sampson Mahendra tidak jauh berbeda dengan pelajar kelas 7 SMP lainnya. Tapi ketika berbicara mengenai ilmu alam, cara berpikir dan penjelasannya bisa membuat terkejut. Apalagi jika membahas mengenai energi alternatif listrik. Dia cukup ngelontok.

Siswa SMP Karangturi ini memang cukup menguasai ilmu energi alternatif. Buktinya, dia berhasil menyabet medali perunggu berkat merancang konsep energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari dalam ajang The 7 th ASEAN + 3 Student Camp and Teacher Workshop For The Gifted in Science di Changwon, Korea Selatan (Korsel) pada 24-31 Januari 2016 lalu.