Sidang Tipiring, 10 PSK dan PK Dinasehati Hakim

830
MELANGGAR PERDA: Sebanyak 10 PSK dan PK sebelum mengikuti sidang tipiring di PN Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELANGGAR PERDA: Sebanyak 10 PSK dan PK sebelum mengikuti sidang tipiring di PN Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELANGGAR PERDA: Sebanyak 10 PSK dan PK sebelum mengikuti sidang tipiring di PN Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELANGGAR PERDA: Sebanyak 10 PSK dan PK sebelum mengikuti sidang tipiring di PN Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Sebanyak 10 wanita penghibur digiring ke Pengadilan Negeri (PN) Ungaran, Rabu (24/2). Mereka adalah para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang biasa mangkal di dua lokalisasi di Kabupaten Semarang, yakni Lokalisasi Sukasari (Gembol) Kecamatan Bawen dan Tegal Panas (GP) Kecamatan Bergas. Para PSK tersebut didakwa melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Di depan Ketua Majelis Hakim Heri Kristiyanto, mereka terlihat diam dan senyum-senyum mendengar nasihat dari hakim. “Anda-Anda kan punya suami, kenapa bekerja seperti ini? Kalau masih punya suami, harusnya dia (suami) yang bertanggungjawab menafkahi Anda, bukan malah bekerja seperti ini,” kata Heri Kristiyanto saat menyidang 10 PSK dan PK (pemandu karaoke).

Beberapa dari mereka tersipu malu. Ada juga yang langsung tertunduk mendengar pernyataan hakim bernada nasehat tersebut. Entah menyesali atau merespons sinis nasehat itu, yang jelas tidak ada satupun dari para PSK maupun PK yang menanggapi kalimat sang pengadil.