BERLIMPAH: Anggota TNI, Persit dan warga memanen jagung di Ngadisono, Kecamatan Kaliwiro. (IST)
BERLIMPAH: Anggota TNI, Persit dan warga memanen jagung di Ngadisono, Kecamatan Kaliwiro. (IST)
BERLIMPAH: Anggota TNI, Persit dan warga memanen jagung di Ngadisono, Kecamatan Kaliwiro. (IST)
BERLIMPAH: Anggota TNI, Persit dan warga memanen jagung di Ngadisono, Kecamatan Kaliwiro. (IST)

WONOSOBO–Pendampingan petugas penyuluh lapangan (PPL) terhadap petani membuahkan hasil. Melalui pola tanam ubin, hasil panen jagung di Kecamatan Kaliwiro meningkat. Biasanya, dalam satu hektare (ha) lahan hanya menghasilkan 4-5 ton. Nah, dengan sistem ubin menghasilkan 7,3 ton.

Kesuksesan penanaman ini juga berkat pendampingan Babinsa Kodim 0707 Wonosobo. Kemarin (24/2) di Ngadisono, Kecamatan Kaliwiro, dilakukan panen bersama.

Panen raya jagung jenis hibrida tongkol 2 dengan luas lahan 15 ha. Hasil pengukuran di lapangan, dengan sistem ubin, diperoleh hasil 7,3 ton/ha jagung pipil kering. Hasil ini melebihi dari biasanya. Yaitu, dalam 1 ha jagung yang diperoleh sekitar 4 – 5 ton.

Artinya, dengan adanya pendampingan dari Babinsa dan PPL pertanian, terjadi kenaikan hasil panen sekitar 2,3 ton/ha.