Dorong Petani Kopi Berinovasi

574

SEMARANG – Petani kopi didorong untuk dapat berinovasi dalam menjual hasil perkebunan mereka. Tak lagi sebatas biji kopi, namun produk olahan. Sehingga memiliki nilai lebih dengan harga jual yang juga lebih tinggi.

Salah seorang pengusaha kopi, Robi Navicula, mengungkapkan kondisi petani kopi saat ini dalam kondisi yang sedikit lebih baik. Hal tersebut mengingat peningkatan konsumsi kopi baik di dalam maupun luar negeri yang belum diiringi dengan peningkatan jumlah petani. “Pertumbuhan permintaan dengan pertumbuhan produsen masih jauh lebih tinggi pertumbuhan permintaan kopi. Jadi kopi ya pasti laku, dan petani saat ini tidak terlalu banyak saingan,” ujarnya, kemarin.

Hanya saja, kelemahan petani kopi saat ini adalah masih banyak yang terlalu bergantung pada hasil pertanian dalam produk mentah. Padahal, bila mereka mampu berinovasi dan sedikit mengolah produk tersebut, maka nilai tambah akan didapat. “Sisi entrepreneurship petani harus lebih kita pupuk. Seperti petani kopi di Gunung Kelir misalnya. Saat ini sudah ada yang juga kembangkan kedai kopi. Begitu juga di Bali, kami tidak semata jual biji kopi saja, tapi ada sebagian yang kami jual dalam bentuk sabun,” jelasnya.

Pria yang aktif mengenalkan ragam kopi Indonesia ini juga berharap ada pelatihan dari pemerintah terkait hal tersebut. Dengan demikian, akan tumbuh rasa kewirausahaan juga kebanggaan baik dari petani maupun anak-anak petani. “Produk-produk olahan tersebut diharapkan dapat selamatkan petani dari minimnya keuntungan,” tandasnya.

Selain itu, ia berharap pemerintah juga ada mendukung sektor ini dengan menjadikannya sebagai salah satu identitas daerah. Dengan demikian akan ada kebanggaan lebih dalam melestarikan, dan pihak luar pun akan banyak mencari produk-produk khas ini. (dna/smu)