Calon Ketua Berebut Dukungan

Jelang Munas Golkar

258

SEMARANG – Sejumlah calon ketua umum DPP Golkar mulai ramai-ramai mencari dukungan suara di Jawa Tengah. Saat ini, setidaknya sudah empat calon ketua umum (ketum) yang bakal maju dalam Munas Golkar mengutarakan visi dan misinya secara terang-terangan. Adalah Ade Komarudin, Setyo Novanto, Aziz Syamsudin serta Mahyudin.

”Sudah empat calon ketum yang menyampaikan visi misi. Terakhir Pak Mahyudin di Solo, Selasa malam (23/2) kemarin. Yang maju calon ketum semua dari DPP,” kata Wakil Sekretaris DPD Golkar Jateng, Farida Rahmah, kemarin.

Ia tidak menampik jika sejumlah tokoh Golkar lainnya bakal ke Jateng. Pasalnya, wilayah ini dinilai merupakan basis dukungan yang sangat kuat dengan 35 suara di DPD tingkat II dan satu suara di DPD Jateng. Golkar Jateng menyambut baik dan berharap calon memaparkan visi misi agar kader bisa mengetahui komitmen calon ke depan dalam membesarkan partai. ”Kalau untuk suara, Jateng jelas diperhitungkan,” ujarnya.

Seluruh kader Golkar di Jateng menyambut baik adanya Munas Golkar yang rencananya digelar April mendatang. Dengan begitu, konflik di internal partai sudah rampung dan saat ini tinggal mempersatukan lagi. Kader juga mengapresiasi kubu Abu Rizal Bakri dan Agung Laksono yang legawa diadakan Munas. ”Ini menjadi pelajaran, dan saya pikir konflik pasti terjadi di dalam tubuh berbagai parpol. Sekarang tinggal bagaimana kembali membesarkan partai,” tambahnya.

Golkar Jateng menginginkan agar ketum terpilih benar-benar amanah dan bisa mengembalikan kejayaan partai. Sosok yang berkomitmen itulah yang diajukan sebagai sarat dukungan kepada calon ketua umum. ”Kalau untuk Jateng tetap satu suara dan satu komando. Ini sudah merupakan kesepakatan kader di bawah kepemimpinan Pak Wisnu (Ketua DPD Jateng, Red),” tambahnya.

Munas digelar setelah sebelumnya Partai Golkar sempat pecah menjadi kubu Agung Laksono dan Abu Rizal Bakri. Sejumlah petinggi Golkar sudah menyatakan kesiapan untuk maju Munas yang rencananya digelar 2016. Munas semakin ramai karena berembusnya isu bertebaran uang dolar untuk mendapatkan dukungan. (fth/ida/ce1)