DORONG PELUNASAN PBB: Petugas mengirimkan SPPT ke tingkat kecamatan untuk mendorong pelunasan PBB lebih cepat. (IST)
DORONG PELUNASAN PBB: Petugas mengirimkan SPPT ke tingkat kecamatan untuk mendorong pelunasan PBB lebih cepat. (IST)
DORONG PELUNASAN PBB: Petugas mengirimkan SPPT ke tingkat kecamatan untuk mendorong pelunasan PBB lebih cepat. (IST)
DORONG PELUNASAN PBB: Petugas mengirimkan SPPT ke tingkat kecamatan untuk mendorong pelunasan PBB lebih cepat. (IST)

WONOSOBO – Nilai tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pemkab Wonosobo mencapai Rp 6 miliar. Tunggakan ini berlangsung selama empat tahun terakhir: 2011- 2015. Untuk itu, Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) akan memberikan bonus kepada desa yang pembayaran pelunasan PBB tepat waktu.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Wonosobo, M Kristijadi dalam waktu dekat segera menggelar sosialisasi lebih detail ke kecamatan dan desa. Yaitu, terkait pelunasan PBB maupun pelunasan piutang PBB dari 2011 hingga 2015. Sebab piutang PBB sejak 2011 mencapai kurang lebih Rp 6 miliar.

“Dalam sosialisasi ini, kami akan menggandeng kejaksaan dan Polres Wonosobo untuk terlibat aktif dalam pemaparan berbagai regulasi yang ada,” katanya.

Sementara itu, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) 2016 telah didistribusikan pada 22-23 Februari 2016 di 15 kecamatan oleh petugas Dipenda. Sebagai bentuk penghargaan, pihaknya akan memberikan bonus. “Bagi desa yang melunasi PBB paling cepat sebelum jatuh tempo, kami akan memberikan hadiah spesial,” katanya.