Dia berharap, pengurangan penggunaan kantong plastik bisa segera terlaksana mulus. Sebab, diperkirakan pada 2050 mendatang, pesisir akan lebih banyak sampah plastik daripada jumlah ikan. ”Plastik itu kan susah terurai. Kabarnya, 400 ribu tahun baru bisa terurai. Memang sudah ada plastik yang cepat terurai, tapi harganya mahal,” imbuh Arif.

Di luar itu, program pemerintah ini kurang sosialisasi. Masih banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa ada tambahan Rp 200 per kantong plastik di struk belanja. Seperti pengakuan Anggraito. Warga Perumahan Semarang Indah ini tidak tahu jika ada peraturan baru ini. ”Saya malah baru tahu. Soalnya ini hanya ada dua kantong plastik. Hanya kena tambahan Rp 400. Jadi tidak terasa,” ucapnya setelah keluar dari kasir di salah satu pusat perbelanjaan besar di Semarang. Meski begitu, dia akan mulai mencoba mengurangi limbah plastik dengan membawa tas sendiri ketika berbelanja.

Sementara itu, beberapa minimarket belum menerapkan program yang seharusnya mulai belaku 21 Februari lalu ini. Mereka hanya memberi papan pemberitahuan di depan kasir. Isinya, program tarif Rp 200 per kantong plastik akan diterapkan mulai Maret mendatang. (amh/ric/ce1)