PEDULI: Wakil Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah Bidang Humas dan Abdimas, Djoko Sutrisno saat menerima penjelasan dokter pada aksi donor darah Pramuka Jateng. (KWARDA PRAMUKA JATENG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Wakil Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah Bidang Humas dan Abdimas, Djoko Sutrisno saat menerima penjelasan dokter pada aksi donor darah Pramuka Jateng. (KWARDA PRAMUKA JATENG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Wakil Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah Bidang Humas dan Abdimas, Djoko Sutrisno saat menerima penjelasan dokter pada aksi donor darah Pramuka Jateng. (KWARDA PRAMUKA JATENG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Wakil Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah Bidang Humas dan Abdimas, Djoko Sutrisno saat menerima penjelasan dokter pada aksi donor darah Pramuka Jateng. (KWARDA PRAMUKA JATENG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Aksi donor darah yang diselenggarakan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah untuk memperingati hari lahir Bapak Kepanduan Dunia Baden Powell, Senin (22/2) lalu berlangsung meriah. Tercatat, 247 orang menjadi peserta dalam acara yang digelar di lantai 4 Gedung Pramuka Jalan Pahlawan Semarang itu.

Ketua Panitia Peringatan Hari Baden Powell 2016, Mayor (CPN) Adi Imron Ismail menjelaskan, acara donor darah diikuti berbagai kalangan baik militer seperti Kodam IV/Diponegoro, Brimob Kompi Pasadena, Ditpolair, Arhanudse 15 Semarang, juga lainnya seperti Pegawai Setda Pemprov Jateng, mahasiswa Universitas PGRI Semarang dan karyawan di lingkungan Gedung Pramuka. ”Rinciannya, dari unsur TNI sebanyak 79 orang dan dari unsur umum sebanyak 168 orang,” bebernya melalui rilis yang diterima Jawa Pos Radar Semarang.

Meskipun jumlah peserta mencapai 247 orang, lanjut dia, namun jumlah donor darah yang dihasilkan sebanyak 120 kantong. Hal ini dikarenakan adanya berbagai hal seperti tensi tinggi atau rendah, habis minum obat, berat badan kurang dan lainnya. ”Tidak semua peserta diambil darahnya. Hanya yang memenuhi persyaratan saja,” imbuhnya seraya menegaskan bahwa acara ini didukung penuh oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang.