Dalam proses itu, kata Edi, akan dilakukan sesuai prosedur. Dimulai dari tahapan teguran, klarifikasi hingga pemanggilan dan dirapatkan di BK. “Kami juga akan tertibkan anggota yang ketika hadir ke kantor tidak menggunakan pakaian sesuai asas kesopanan, misalnya saja pakai sandal,” katanya.

Setelah melakukan rapat, kata Edi, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil salah satu anggota dewan yang disebut sudah beberapa kali mangkir dari rapat paripurna. Namun Edi masih merahasiakan nama tersebut.

“Kami akan lakukan teguran terlebih dahulu, kemudian pemanggilan klarifikasi,” katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Wonosobo Afif Nurhidayat mendorong kepada BK untuk bersikap tegas dalam menjaga kedisiplinan dan etika anggota DPRD. “BK sebagai pihak pengawas bagi kami sekaligus penjaga etika harus tegas,” katanya.

Afif mengatakan, upaya pembinaan BK mestinya bisa dilakukan secara bertahap dengan cara memberikan evaluasi kepada tiap fraksi satu bulan sekali. Dengan cara memberikan masukan kepada fraksi terkait evaluasi anggotanya. Sehingga fraksi bisa memperingatkan lebih awal.

“Jadi BK bisa menggunakan fungsi koordinasi evaluasi ini lewat fraksi. Kami berharap ini bisa dilakukan rutin,”katanya.

Wakil Ketua DPRD Muhammad Albar menambahkan, selain disiplin dalam mengadiri rapat paripurna serta asas kepatutan dalam berpakaian, pihaknya juga mememinta kepada BK untuk memberikan keteladanan kepada anggota lain. Salah satunya harus hadir tepat waktu saat ada agenda rapat-rapat.

“Selama ini kami pimpinan kerap datang lebih awal, ini salah satu pekerjaan BK dalam mendorong anggota disiplin,” jelasnya. (ali/ton/adv)