TIDAK SEPAKAT: Warga Surokonto Wetan saat mengadakan audiensi di Pendopo Kabupaten Kendal kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TIDAK SEPAKAT: Warga Surokonto Wetan saat mengadakan audiensi di Pendopo Kabupaten Kendal kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TIDAK SEPAKAT: Warga Surokonto Wetan saat mengadakan audiensi di Pendopo Kabupaten Kendal kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TIDAK SEPAKAT: Warga Surokonto Wetan saat mengadakan audiensi di Pendopo Kabupaten Kendal kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Peralihan penguasaan tanah Perum Perhutani KPH Kendal di hutan Desa Surokonto Wetan berlangsung alot. Warga Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung yang selama ini menggarap dan memanfaatkan lahan untuk lahan seluas 70 hektar untuk pertanian menolak lantaran akan merugikan.

Senin (22/2), sekitar 300 warga Surokonto Wetan beramai-ramai mengadakan audiensi dengan Perhutani dan PT PT Semen Indonesia di Pendopo Pemkab Kendal. Audiensi difasilitasi oleh Kesbangpol Kendal, Polres Kendal dan TNI Kodim 0715.

Warga menolak jika lahan yang selama ini dikuasai Perkebunan Karet PT Sumur Pitu dengan Hak Guna Usaha (HGU) kemudian dialihkan ke Perum Perhutani KPH Kendal sebagai lahan pengganti atas hutan milik Perhutani yang diambil oleh PT Semen Indonesia Tbk. Warga meminta agar lahan tersebut tetap digarap warga tanpa ada campur tangan dari pihak Perhutani. Pasalnya selama ini warga sudah secara turun temurun menggarap lahan tersebut hingga puluhan tahun.