Telkom Perluas Jaringan Fiber Optic

917
PERLUAS LAYANAN: Penandatanganan MoU antara General Manager (GM) Witel Semarang M. Amanuddin dengan Direktur PT. EMBAKO Eny Sulistyowati disaksikan Executive Vice President (EVP) Telkom Regional IV Jateng & DI Yogyakarta Rosyidul Umam Aly (kanan). (IST)
PERLUAS LAYANAN: Penandatanganan MoU antara General Manager (GM) Witel Semarang M. Amanuddin dengan Direktur PT. EMBAKO Eny Sulistyowati disaksikan Executive Vice President (EVP) Telkom Regional IV Jateng & DI Yogyakarta Rosyidul Umam Aly (kanan). (IST)
PERLUAS LAYANAN: Penandatanganan MoU antara General Manager (GM) Witel Semarang M. Amanuddin dengan  Direktur PT. EMBAKO Eny  Sulistyowati disaksikan Executive Vice President (EVP) Telkom Regional IV Jateng & DI Yogyakarta  Rosyidul Umam Aly (kanan). (IST)
PERLUAS LAYANAN: Penandatanganan MoU antara General Manager (GM) Witel Semarang M. Amanuddin dengan Direktur PT. EMBAKO Eny Sulistyowati disaksikan Executive Vice President (EVP) Telkom Regional IV Jateng & DI Yogyakarta Rosyidul Umam Aly (kanan). (IST)

SEMARANG – Telkom Regional IV Jateng dan DIY terus melakukan modernisasi infrastruktur, yaitu dari kabel tembaga menjadi kabel fiber optic. Terakhir, dipasang di Kawasan Industri Terboyo.

Executive Vice President (EVP) Telkom Regional IV Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Rosyhidul Umam Aly mengatakan, ada beberapa keunggulan dari fiber optic dibanding dengan penggunaan kabel tembaga. Di antaranya, akses internet atau data dengan kecepatan tinggi. Yaitu minimal 10 Mbps, bahkan bisa mencapai Gbps. Selain itu juga mendukung perkembangan kebutuhan aplikasi teknologi ICT di masa mendatang. “Dengan adanya migrasi ini, diharapkan tenant-tenant yang ada di Kawasan Industri Terboyo, yang sebelumnya menggunakan kabel tembaga akan menikmati kemampuan yang jauh lebih besar dari Fiber Optik,” ujarnya, kemarin.

PT Ebako Nusantara dijadikan sebagai percontohan yang semula menggunakan kabel tembaga dimigrasikan menjadi layanan fiber optic yang pertama di Kawasan Industri Terboyo Semarang, dari seluruh potensi sambungan sebanyak 523 Ssi yang akan dilayani.
”Kawasan industri industri Terboyo adalah migrasi untuk tahap pertama dan selanjutnya akan disusul untuk kawasan industri Bugangan dan Wijaya Kusuma,” jelasnya.

Ia menambahkan, tiga hal yang akan didapat dari penggantian kabel tembaga dengan fiber optic (FO) adalah Telkom sebagai BUMN, mempunyai tanggung jawab kepada bangsa ikut mempercepat pembangunan broadband nasional, pemberian layanan yang lebih baik kepada pelanggan atau service excellent, dan milestone untuk mencapai multi services network atau video network. “Karena layanan yang paling banyak dan menjadi trend bagi user kita sekarang adalah layanan berbasis broadband dan video seperti UseeTV” tandasnya. (dna/smu)