Sudah Diresmikan, Pasar Sumowono Tak Difungsikan

1778
MANGKRAK : Pasar Sumowono yang sudah dibangun dengan anggaran Rp 19,471 miliar tak kunjung difungsikan, meski sudah diresmikan sejak dua bulan lalu. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANGKRAK : Pasar Sumowono yang sudah dibangun dengan anggaran Rp 19,471 miliar tak kunjung difungsikan, meski sudah diresmikan sejak dua bulan lalu. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANGKRAK : Pasar Sumowono yang sudah dibangun dengan anggaran Rp 19,471 miliar tak kunjung difungsikan, meski sudah diresmikan sejak dua bulan lalu. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANGKRAK : Pasar Sumowono yang sudah dibangun dengan anggaran Rp 19,471 miliar tak kunjung difungsikan, meski sudah diresmikan sejak dua bulan lalu. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Pembangunan Pasar Sumowono telah selesai akhir tahun lalu. Kendati sudah dua bulan pasca diresmikan, namun hingga kini bangunan pasar senilai Rp 19,471 miliar tersebut belum juga difungsikan. Sejumlah kalangan mendesak agar pasar segera dioperasionalkan agar aktivitas perdagangan kembali normal.

Humas Bandungan Crisis Center Budi Nugraha turut mendesak penggunaan Pasar Sumowono tersebut. “Kasihan jika pedagang berada di tempat sementara terus-terusan. Kesediaan mereka untuk bersusah payah berjualan di tempat seadanya tentu harus diapresiasi,” kata Budi, Senin (22/2) kemarin.

Budi meminta dalam penempatan pedagang nanti, SKPD terkait harus memperhatikan aspirasi dari pihak yang akan menempati. Seperti usulan agar pedagang beras dan sembako bisa menempati lantai bawah. Mengingat lokasi mereka sangat berkaitan dengan aktivitas bongkar muat. Artinya, proses penampatan pedagang harus dilakukan melalui musyawarah terbuka agar tidak ada yang dirugikan. “Dua bulan tidak digunakan, tentu sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi fisik bangunan,” katanya.