Petani Buta Huruf Banding

318
CARI KEADILAN: Petani buta huruf, Sakimin dan Andi Poejo saat menjalani vonis di Pengadilan Tipikor Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
CARI KEADILAN: Petani buta huruf, Sakimin dan Andi Poejo saat menjalani vonis di Pengadilan Tipikor Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
CARI KEADILAN: Petani buta huruf, Sakimin dan Andi Poejo saat menjalani vonis di Pengadilan Tipikor Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
CARI KEADILAN: Petani buta huruf, Sakimin dan Andi Poejo saat menjalani vonis di Pengadilan Tipikor Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

MANYARAN – Perjuangan terdakwa petani buta huruf, Sakimin yang diduga terlibat dalam perkara dugaan korupsi penyelewengan dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Teguhan, Kabupaten Grobogan 2014 terus berlanjut. Sakimin masih mencari keadilan di ranah banding Pengadilan Tinggi (PT) Semarang.

Hal tersebut disampaikan, kuasa hukum terdakwa, Nugroho Budiantoro saat ditemui di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. Nugroho mengaku pernyataan banding sudah diajukan ke panitera pengganti (PP) Tipikor.

”Kami diberi waktu 14 hari untuk menyusun memori. Nanti saya akan ke Grobogan dulu diagendakan Rabu besok untuk meminta sikap klien kami (Sakimin, Red). Karena klien kami ditahan di Purwodadi,” kata Nugroho.