SEBERANGI SUNGAI: Warga Dusun Wonosari, Desa Kalilumpang, Patean terisolasi harus menyeberangi sungai akibat Jembatan Kaliwatu putus diterjang banjir. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEBERANGI SUNGAI: Warga Dusun Wonosari, Desa Kalilumpang, Patean terisolasi harus menyeberangi sungai akibat Jembatan Kaliwatu putus diterjang banjir. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEBERANGI SUNGAI: Warga Dusun Wonosari, Desa Kalilumpang, Patean terisolasi harus menyeberangi sungai akibat Jembatan Kaliwatu putus diterjang banjir. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEBERANGI SUNGAI: Warga Dusun Wonosari, Desa Kalilumpang, Patean terisolasi harus menyeberangi sungai akibat Jembatan Kaliwatu putus diterjang banjir. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Jembatan Kaliwatu penghubung antara Desa Kalibareng dengan Kalilumpang, Kecamatan Patean, Kendal terputus akibat diterjang banjir bandang. Akibatnya, sebanyak 55 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Wonosari, Desa Kalilumpang terisolasi dan aktivitasnya lumpuh total.

Pantauan Jawa Pos-Radar Semarang, Senin (22/2), Jembatan Kaliwatu ambrol akibat diterjang arus deras sungai setempat. Kondisi tersebut mengakibatkan warga Dusun Wonosari kesulitan untuk melakukan aktivitas. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga keluar dusun.

Akibat jembatan putus, warga terpaksa harus menyeberangi sungai saat akan keluar masuk dusun. Tentu saja, hal itu sangat mengganggu aktivitas warga yang akan ke sekolah, bekerja maupun belanja kebutuhan sehari-hari. Bahkan anak-anak sekolah harus diantar orang tuanya dengan cara digendong saat menyeberangi sungai menuju ke sekolah.