SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah telah menganggarkan Rp 2,5 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Sejumlah paket pekerjaan pun telah diteken dengan kontraktor. Komisi D DPRD Jawa Tengah berharap para pemborong melakukan pekerjaan sesuai spesifikasi dan sesuai jadwal.

Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Alwin Basri mengatakan pekerjaan sesuai spesifikasi penting dilakukan agar kualitas jalan bagus dan tahan lama. ”Kami nanti akan sidak apakah ketebalan aspal maupun beton sesuai spesifikasi,” katanya.

Selain itu, dia mengharapkan pekerjaan tidak molor. Perbaikan jalan dan jembatan diharapkan selesai dua minggu sebelum Lebaran tahun ini. Sehingga jalan dapat digunakan masyarakat yang mudik dengan aman dan nyaman.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Siti Ambar Fathonah menambahkan untuk mengetahui apakah jalan yang dibuat sudah sesuai spesifikasi atau belum, pihaknya akan menggandeng laboratorium. ”Nanti sampel aspal atau beton akan diteliti di laboratorium agar bisa diketahui kandungannya,” tandas politisi Golkar itu.

Sementara itu, anggota Komisi D Ida Nur Saadah mengatakan dari sejumlah tinjauan yang dilakukan tahun lalu, masih banyak ditemukan beton jalan yang mengalami retak rambut. Namun saat dikonfirmasi ke Dinas Bina Marga, mereka beralasan hal tersebut bukan karena komposisi adonan semen, namun akibat faktor cuaca dan medan. ”Kualitas pekerjaan akan menjadi fokus kita agar masyarakat tidak dirugikan,” tandasnya.

Seperti diberitakan, pemprov mulai mengerjakan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan senilai Rp 2,5 triliun. Anggaran itu berasal dari APBD Pemprov Jawa Tengah 2016 dan dana APBN tugas pembantuan. Untuk dana yang dari APBD 2016 sebanyak Rp 2.360.492.924.500, sedangkan dan APBN sebanyak Rp 150.890.800.000. (ric/ce1)