Buang Hajat, Kakek 80 Tahun Hanyut

258

KENDAL—Sukiran, 80, harus meregangkan nyawa setelah dihempas derasnya air sungai Kali Kendal, Senin (22/2) pagi. Warga Sukodono, RT 05 RW 02 Kecamatan Kota Kendal ini hanyut saat hendak buang hajat di kali.

Mayatnya ditemukan menganpung sekitar 6 kilometer dari lokasi tempat hilangnya korban. Tepatnya di muara sungai atau pertemuan air sungai dengan laut di Kelurahan Bandengan. Diduga korban terpeleset dan terbawa arus sungai yang meluap akibat diguyur hujan deras seharian.

Saat ditemukan korban mengenakan celana pendek dan baju, serta tanpa alas kaki. Kejadian penemuan mayat tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan dilakukan proses evakuasi.

Hari Subagyo, cucu korban, menduga kakeknya hanyut di sungai lantaran hendak buang hajat. “Kakek selama ini tinggal seorang diri di rumahnya. Biasanya setiap bangun pagi dan hendak buang air besar selalu dilakukan di tepi sungai,” ujarnya.

Menurutnya, kakeknya terpeleset lalu jatuh ke sungai dan ikut terhanyut. Sebab kondisi sungai pagi itu sedang meluap setelah semalam diguyur hujan lebat. Bahkan diketahui air sungai meluap hingga ke jalan setinggi 10 sentimeter.

“Saat kejadian, ada warga yang mendengar kakek minta tolong. Tapi akibat derasnya arus sungai hingga menenggelamkan kakek. Para warga kesulitan mencarinya. Rupanya, arus sungai yang deras membuat korban terseret dan tidak bisa menepi,” tandasnya.

Kapolsek Kota Kendal, Iptu Edi Subagyo mengatakan, polisi harus menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi mayat korban. “Korban kami temukan mengapung di muara Sungai Kali Kendal di Kelurahan Bandengan Kota Kendal,” tuturnya.

Mayat korban dievakuasi ke kamar mayat rumah sakit Soewondo Kendal, untuk divisum. Dari hasil visum, tidak ada bekas luka atau tanda-tanda bekas penganiayaan. “Hasil sementara korban mengalami kecelakaan karena terpeleset dan terseret arus sungai Kali Kendal yang deras,” jelasnya. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Kota Kendal dan Polres Kendal. (bud/ton)