PEREKAMAN DATA: Calon jamaah haji dari Kabupaten Temanggung tengah mengikuti proses perekaman data secara online di Kantor Imigrasi Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
PEREKAMAN DATA: Calon jamaah haji dari Kabupaten Temanggung tengah mengikuti proses perekaman data secara online di Kantor Imigrasi Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
PEREKAMAN DATA: Calon jamaah haji dari Kabupaten Temanggung tengah mengikuti proses perekaman data secara online di Kantor Imigrasi Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
PEREKAMAN DATA: Calon jamaah haji dari Kabupaten Temanggung tengah mengikuti proses perekaman data secara online di Kantor Imigrasi Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO–Pembuatan paspor calon jamaah haji dari wilayah eks karesidenan Kedu dan Kabupaten Wonosobo, dilakukan secara ketat. Hal itu dilakukan Kantor Imigrasi Wonosobo mengantisipasi adanya jamaah yang menyalahgunakan kesempatan untuk bergabung ke Suriah, dan menjadi penganut ISIS.

Pelaksana Harian Kantor Imigrasi Wonosobo, Agus Susdamajanto menyampaikan, proses perekaman data serta wawancara dalam pembuatan paspor tetap ketat. Hal itu sesuai prosedur. “Termasuk menyikapi adanya potensi ISIS, meski semua calon jamaah sudah direkomendasi oleh Kementerian Agama.”

Agus mengatakan, proses pembuatan paspor untuk calon jamaah haji, sudah melalui proses persiapan panjang. Selain sudah terdata di setiap kantor Kementerian Agama per kabupaten, sejumlah sosialisasi dan pembinaan juga dilakukan pihaknya.